Home / MAF / Mampir nang Soropadan, Nikmati Pecel Lele Kang Wowok sing Elok Rasane

Mampir nang Soropadan, Nikmati Pecel Lele Kang Wowok sing Elok Rasane

Lampu padang seko kadohan ketok ngawe-ngawe. Spanduk gambar lele dan ayam, lengkap dengan piring dan nasinya, nambah ati iki kepengen mlebu: menikmati hidangan seng nggawe weteng kroso soyo luwe.

Dan saya pun disambut lelaki muda ingkang gapyak. Wowok namanya. Dengan bahasa Jawa yang khas, menanyakan panganan ingkang dipesan. “Pecel lele, teh anget satu,”pesan saya sambil terus memperhatikan aktivitas Kang Wowok.

Dengan lincah dan sigap, lelaki yang sebentar lagi memasuki usia tiga itu, membuat pecel lele pesanan saya. Nom-noman seng dikenal pekerja keras ku, terus cak-cek menyiapkan hidangan, tanpa berhenti meladeni obrolan santai dengan beberapa pelanggan lain.

Seko ngobrol masalah kecelakaan seng dek entas  dialami kancane nganti ra ono, sampai masalah usaha pecel lele yang sudah dirintis beberapa tahun ini. Gayeng dan membuat betah berlama-lama di warungnya.

Ia cerita, usaha pecel lele yang dirintasnya, mengalami pasang surut. Termasuk soal persaingan bisnis  yang semakin tajam. “Usaha pecel lele sakniki kedah bersaing kalian usaha waralaba. Kantenan usaha waralaba niku, pelayanan semi testoran, regi angkringan,” tuturnya dengan bahasa Jawa kromonya yang campur-campur, kadang kromo inggil mlipis, kadang ngoko, kadang juga diseling sepatah dua patah kosa kata bahasa Indonesia.

Ya benar. Usaha waralaba memang sedang menjamur. Juga di kota Wates. Dengan harga yang relatif murah, orang  bisa menikmati kuliner dengan hidangan restoran. Itulah yang menjadi ganjalan usaha  kuliner tradisional seperti pecel lele.

Menurut Wowok, usaha waralaba banyak digemari anak muda. “Kalau usaha pecel lele, asal bisa bergaul dan nyambung ngobrol akan banyak pelanggan,” katanya dengan menegaskan bahwa soal cita rasa dan kekhasan pecel lele tetap nomer satu.

Warung pecel lele, yang dijalankan Kang Wowok di kawasan Soropadan Tawangsari ini, termasuk yang laris. Banyak pelanggannya. Ia mengaku bersyukur. Menurutnya, usahanya bisa maju karena terletak agak jauh dari kota. Selain itu, juga  agak jauh juga dari teman-temannya yang berbisnis sama.(priyo)

About redaksi

Check Also

Iki Loh Swasono nek Isuk-isuk Mlaku Nang Mbantul

Isuk tansah iseh adem. Srengenge durong ngetoke raine. dadi suasana iseh ketok peteng.  Ning, aku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *