Home / DENPUR / Main Keroyokan Sebelum Brontoyudo

Main Keroyokan Sebelum Brontoyudo

Prabu Duryudana ya Jakapitana ya Suyudana menarik nafas panjang. Ia sudah mengutus Patih Sengkuni dan Pandita Durna untuk mencari bantuan. Bantuan yang bisa menggertak atau kalau perlu mampu menyingkirkan para Pandawa.

Oleh Ki Bawang
dalang tanpa wayang

Datanglah utusan raja Astina itu ke negeri Gilingwesi. Negeri tinggalan Prabu Kala Pracona. Kini negeri para raksasa itu dipimpin Prabu Lodraparisangka yang sedang murung. Ia marah kepada Gatutkaca yang telah membunuh kakaknya namun belum tahu cara bisa membinasakan ksatria Pringgandani ini. Maka kedatangan utusan Duryudana membuatnya bersemangat karena ada alasan untuk membalas dendam pada Gatutkaca.

Tapi apa yang terjadi? Satu demi satu orang kepercayaan Lodraparisangka terbunuh dalam perjalanan ke Indraprasta. Mereka berniat menculik Yudistira, sulung Pandawa yang menjadi raja Amarta, negeri makmur yang juga sering disebut Indraprasta. Patih Kalasenggri mendapat giliran pertama yang tewas si tangan anak-anak Pandawa.

Berikutnya, yang diutus ke Amarta untuk membuat kisruh Pandawa adalah raksesi bernama Lodrawati. Ia raksasa perempuan yang sangat sakti. Kedatangannya ke Indraprasta langsung membuat gempar karena mampu mengungguli anak-anak Pandawa. Semua kalah, termasuk Gatutkaca yang sudah berubah menjadi seribu setelah diberi ajian oleh Kresna.

Begitulah cara Kurawa untuk menggagalkan Baratayuda dengan berusaha membunuh Pandawa sebelum perang besar terjadi. Mereka menggandeng raja sabrang karena usahanya membinasakan Pandawa selalu gagal. Segala cara memang terus dilakukan Duryudana untuk menang, tapi Pandawa juga senantiasa memiliki cara untuk memenangi setiap pertarungan. Sebab, mereka didukung oleh rakyat yang mencintai.

Saya teringat lakon ini, saat mendekati Pilkada serentak dan Pilres.  Entahlah siapa yang pantas disebut Pandawa dan siapa yang personifikasi Kurawa. Tapi selalu ada cara dilakukan, untuk saling mengungguli: perang kaos, perang kata di sosmed dan perang-perang lain, jauh sebelum musim kampanye dimulai. (*)

About redaksi

Check Also

Sesok nggo Sholat Ied, Lapangan Plawangan Diresiki

Pagi ini, Selasa, 4 Juni 2019  remaja masjid Fathul Jannah bersama Cornida Nganti, Hargotirto, Kokap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *