Home / DENPUR / Dewabrata & Kisah Salah Memilih Pinangan

Dewabrata & Kisah Salah Memilih Pinangan

Dewabrata tertunduk, lesu. Ia adalah pangeranpati Astinapura. Sebagai putra mahkota, hidupnya mengalir tragis, bahkan menjadi picu pecah perang di Kurukasetra yang kondang dengan sebutan Baratayuda.

Benar. Hari itu, ia harus mengambil keputusan sangat penting, bahkan untuk masa depan negerinya. Kepada Astina, ia amat mencintainya atau kepada sang ayah, Prabu Sentanu. Ia tak mungkin membiarkan ayahandanya tersudut dalam dilema. Sebab, Sentanu telah berjanji untuk menjadikan anaknya dengan  Dewi Durgandini sebagai raja Astina. Maka, Dewabrata mengambil pilihan sulit: merelakan tahta kepada adik tirinya.

Namun kisah tragais hidup sang Dewabrata belum usai. Ia harus mengikuti sayembara perang di negeri Kasi. Tiga putri, Amba, Ambalika, Ambika, seperti sudah menjadi tradisi, harus disunting lewat sayembara perang. Ke sanalah Dewabrata melangkahkan kaki, mengikuti sayembara, tidak untuk dirinya sendiri. Maka dari sinilah, masa depan Dewabrata sebagai picu perang kuru dimulai.

Sebagai  sinatria yang pilih tanding dengan kesaktian tanpa lawan, Dewabrata mampu memenangi sayembara. Ia berhak memboyong tiga putri negeri Kasi. Kepada ketiganya, pangeran tampan itu, mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi. Ambika dan Ambalika setuju menikah dengan adik tiri Dewabrata yang menjadi raja Astina. Tapi tidak dengan Amba. Ia bahkan memilih mati daripada tidak disunting sang pangeran pepujaning ati.

Tragedi hidup Dewabrata yang menjadi pertapa dan bergelar Resi Bisma, tak berkesudahan. Kisah negeri Astina juga terus mengalir hingga lahirnya Pandudewanata dan Destarata, anak Abiyasa dengan Abika dan Abalika, janda yang ditinggalkan adik tiri Bisma. Dari merekalah lahir Pandawa dan Kurawa, yang kelak bertemu dalam perang Baratayuda.

Lakon ini, adalah lakon tua tentang Resi Bisma. Para dalang memainkan hidup sang resi dalam Banjaran Dewabrata. Saya menuliskan sedikit, untuk mengatakan bahwa menerima pinangan seseorang akan amat menentukan garis hidupnya di masa depan. (*)

About redaksi

Check Also

Sesok nggo Sholat Ied, Lapangan Plawangan Diresiki

Pagi ini, Selasa, 4 Juni 2019  remaja masjid Fathul Jannah bersama Cornida Nganti, Hargotirto, Kokap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *