Maria sesungguhnya meyayangi Paidi dengan bahasa ungkapnya. Sangat disayangkan kalau aktivis kampus, jamaah masjid dan pembela kaum dhuafa terjerumus dalam kehidupan malam
Api Cinta (120): Maria Menyesal dapat Penjelasan Panjang Lebar
Paidi tidak siap menghadapi perempuan yang berurai air mata. Apalagi dibumbui suasana keluarga di kampung halaman. Terlepas apakah benar keadaan yang sesungguhnya
Api Cinta (119): Rasa Mendalam Menyertai setiap Kesedihan
Perhatiannya kepada kaum dhuafa menimbulkan empati. Pergaulannya dengan orang-orang pinggiran menjadikan Paidi penuh perhatian. Selain berasal dari keluarga yang sederhana. Juga pergaulan
Api Cinta (118): Paidi Tersanjung, Mongkok Perasaannya
Paidi ternganga, apa gerangan yang terjadi. Belum paham benar apa yang dimaksudkan tulisanmu bagus. Mengapa redaksi mengundang untuk presentasi tulisan. Banyak pertanyaan
Api Cinta (117): Selama Sepekan Paidi Menghilang
Paidi punya rencana sendiri. Membuat tulisan di Koran Kampus. Menulis bersambung pengalaman berada di Simpang Lima, melakukan wawancara singkat dengan Ciblek. Paidi
Api Cinta (116): Sebulan Berlalu, Nada Sumbang masih Terdengar
Maria masih dalam pikirannya. Masih kalut pikiran dan perasaannya. Belum dapat memberikan akal sehat, bagaimana semua itu dapat terjadi dengan Paidi. Aktivis
Api Cinta (115): Maria Menitikkan Air Mata
Tiga serangkai menghapiri di waktu yang tepat. Ketika kost kosong. Tidak ada siapapun kecuali Paidi sehingga tidak dapat menolak. Tidak dapat mengelak,
Api Cinta (114): Maria tidak Tega Menyaksikan Sahabatnya
Maria dan Paidi bersahabat lama, sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus tercinta. Keduanya akrab karena saling menghargai, saling berbagi cerita suka
Api Cinta (113): Maria Menghampiri Paidi di Pojok Perpustakaan
Pekan pertama seperti itu, Paidi membiarkan saja. Mungkin memang ada yang perlu mentertawakan dirinya. Atau sedang mentertawakan keadaan, bahkan mentertawakan lingkungan dan
Api Cinta (112): Aneh, Dunia Ini Semakin Aneh Saja
Tiga serangkai meninggalkan Paidi sendiri di kostnya. Tidak ada pembicaraan apa-apa, juga tidak ada pesan apapun yang mereka tinggalkan. Mereka bertiga kembali
- Sebelumnya
- 1
- …
- 40
- 41
- 42
- …
- 53
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













