Home / DENPUR (page 3)

DENPUR

Cinta Erawati, Asmara Surtikanti, Tragedi Hati Banawati

Inilah Negeri Tirtakadasar. Negeri para raksasa yang dipimpin Prabu Kurandayaksa. Raseksa yang memancarkan rasa giris. Dan, di negeri itulah Dewi Erawati disembunyikan. Astina gempar. Erawati adalah putri sulung Prabu Salya  yang sedianya akan disunting putra mahkota Astina, Jakapitana ya Suyudana ya Kurupati. Kegemparan terus terjadi. Sementara hilangnya Erawati tak juga …

Read More »

Menuju Pilpres, Arjuna Merebut Wahyu Sejati

Tersebutlah Raden Arjuna ya Permadi ya Wijanarka ya Janaka ya Satria tampan sakti pujaan makhluk bumi dan langit. Ia menyisir negeri, menjumpai rakyat, untuk kemudian bersemadi di Gandamana: menunggu wahyu Purbosejati. Sebagai Satria yang maha sakti, ia tidak sembarang bertapa. Sebab, dengan laku batin tingkat tinggi, ia menyelinap di alam …

Read More »

Membaca Capres, Menafsir Gunawan Wibisana

Pasewakan Agung Alengka lengkap. Rahwana ya Dasamuka bertahta dengan anggun. Sesekali tangan kirinya melambai, meminta suguhan ditambah, karena mendengar laporan para punggawa membuatnya haus dan lapar. Antara paham dan tidak dengan semua laporan, senyum mengembang. Satu tarikan nafas, angannya terlempar ke keputren tempat Dewi Shinta (yang ia culik dari Rama) …

Read More »

Kisah Patih Suwanda & Paradoks Politik Calon Pemimpin

Tersebutlah di negeri Maespati. Negeri indah, gemah-ripah, dipimpin Prabu Harjuna Sasrabahu yang sakti berjaya. Tapi bukan dia yang sedang menjadi lakon, melainkan Patih Suwanda, anak gunung yang semula dikenal sebagai Bambang Sumantri. Perjalanannya dari Pertapan Ardiwukir, kampung halamannya, adalah perjalanan penuh ambisi, yang selalu dipotret sebagai suri. Tapi lihatlah tumbal …

Read More »

Bisma Gugur & Tragedi Brontoyudo

Langit menangis. Awan bagai membentuk gugusan orang berduka. Sementara begitu banyak kawula berkerumun, ingin melihatnya dari dekat; sekaligus mengantarnya beristirahat abadi. Bisma, resi utama yang dihormati Pandawa dan Kurawa, gugur dalam Baratayudha yang makin bising. Garis hidupnya, memang harus menjadi bagian dari tragedi Baratayudha. Ia ambruk di tangan Srikandi, senapati …

Read More »

Menyembunyikan Baladewa agar tak Ikut Brontoyudo

Pertapan Grojogan sewu senyap. Hanya sesekali kesiur angin mengirim suara lirih dedaunan yang bergesekan. Wasi Jaladara termangu, menunggu waktu yang berlalu dalam diam. Ia tak lelah menanti, karena perang suci Baratayuda siap memberi peran tersendiri. Seorang cantrik, anak Pertapan yang setia melayani sang Jaladara, mendekat. Ia siap mendapat titah, pagi …

Read More »

Gemuruh Pilpres & Petruk yang tak lagi Lucu

Perang sedang mengerang. Baratayuda mendekati detik-detik genting, dengan suasana yang semakin gerah. Orang-orang diam, sementara yang bersuara adalah teriakan saling tuding. Dan, di tapal batas Kurukasetra, para prajurit masih siaga, meski perang sejenak berhenti karena malam datang. Ki Lurah Petruk termangu di samping Ki Lurah Bagong yang bengong. Sesekali suasana …

Read More »

Saat Setija Ngebet Jadi Senopati

Setija sangat bersemangat. Ia sudah sejak lama bermimpi jadi senapati Kurusetra Baratuyuda. Kepada semua orang, ia telah menyiarkan akan diangkat menjadi manggalayuda. Juga kepada rakyat di negeri yang ia pimpin. Masih peanasaran dengan cita-citanya menjadi prajurit utama di Kurusetra, membuat Setija jumawa. Padahal, di arena Baratayuda baru dipetakan para senapatinya. …

Read More »

Ndelok Arak-arakan FKY Malah Dioyak Cepetan

Ngadeg jejeg nang ngarep Pasar Mbringharjo, rasane koyo mlumpat, terus anjlog digowo angin tekan zaman mbiyen. Suasana riuh pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2018, tak mampu menghilangkan bayangan masa silam. Benar. Itu terjadi saat beribu-ribu cepetan, topeng-topeng berupa-rupa warna, melintas setapak demi setapak di sepanjang jalan Malioboro. Saya agak mengkeret, …

Read More »

Menghitung Biaya Jiwa Baratayuda

Prabu Salya termenung di pinggir beranda Astina. Ia sedang menghitung dilema hidupnya yang paradoks. Begitulah raja Mandaraka yang harus membayar biaya jiwa paling mahal untuk Baratayuda. Tiga putrinya ikut menjadi tumbal perang besar itu. Memang tidak lagi ada pilihan. Sejak Dewi Banawati harus bersedia menjadi istri Jokopitono, raja muda Astina …

Read More »