Home / DENPUR (page 2)

DENPUR

Hari-hari Menanti Parikesit  

Baratayuda mendekat. Panas menjelang detik-detik terakhir sebelum perang besar itu usai.  Satu demi satu senapati utama Kurawa berguguran, menuntaskan karma perbuatannya  di masa lalu.  Begitulah Baratayuda yang tak mengenal tua-muda, sakti-tidak sakti. Sebab, para sakti yang nyaris tak tertandingi pun tumpas. Raja Kurawa berjuluk Prabu Duryudana, telah kalah. Semua bala …

Read More »

Sesaji Aswameda Menjelang Hadirnya Seorang Pemimpin

Indraprasta berpesta. Raja muda Yudhistira  siniwaka, duduk di dampar kencana, tahta istana yang menyilaukan. Negeri Amarta yang ia perjuangkan bersama para Pandawa kini telah berdiri. Dan, dirinya yang menjadi Sang Prabu Puntadewa. Berdirinya kerajaan megah milik para ksatria Pandawa itu, adalah Negara yang dibangun dengan keprihatinan. Puntadewa sepakat untuk menggelar …

Read More »

 Menghitung Strategi Sri Kresna  di Tahun Politik

Suasana panas Baratayuda sudah mendekati titik didih, sedang kecemasan, semakin kuat. Hawa panas menyusup seolah ingin menelikung hati para Kurawa dan Pandawa. Kampanye para senapati perang  juga bertambah tajam dalam bersitegang.  Di negeri Astina, Duryudana dihadap para petingginya saat ia tak kunjung menemukan strategi perang yang cemerlang. Suasana di Astina …

Read More »

Masjid Asy-syuja’iyah Gelar Peringatan 10 Muharam

Masjid Asy Syujaiyah, Munggang Bawah Kalibeber, Wonosobo menggelar peringatan 10 Muharrom 1440 Hijriyah. Nasyiin salah seorang pengurus menyatakan kegiatan untuk menyambut Hari Asyura 10 Muharrom 1440 Hijriyah. Kegiatan diinisiasi Muslimat NU dan Fatayat NU mendapat dukungan banyak pihak. Ketua Fatayat  Maimunatun Humam, S. Pd mengemukakan kegiatan serupa sudah dilaksanakan bertahun-tahun. …

Read More »

Membaca Gelagat Dibungkamnya Kesaktian Antareja

Kurusetra senyap. Tapi hawa panas menyebar ke sudut-sudut kota raja Astina dan Amarta. Suasana perang mulai terlihat, setelah para senapati ditunjuk untuk bertarung di masa yang sudah ditemukan. Suasana tegang, rupanya juga mengisi hati Prabu Kresna, raja binetara cukong utama Pandawa dalam Baratayuda. Ia pusing melihat komposisi senapati yang sudah …

Read More »

Pandawa Gugat dan Tanda Pagar

Gonjang-ganjing terjadi di Astinapura. Prabu Duryudana resah. Ia melihat negerinya dilanda hujan panjang tanpa berkesudahan. Salah mangsa, karena sudah seharusnya hujan tidak turun.  Bersama itu, pageblug terjadi. Banyak penyakit muncul, banyak ketimpangan sosial terjadi. Prabu Suyudana ya Duryudana ya Jakapitana merasa ada yang salah dengan negaranya. Melihat itu, Pandita Durna …

Read More »

Prof Haryono & Tim Advisor Akademi Desa Betemu Menteri PDTT

Prof Dr Haryono Suyono dan anggota tim Advisor Akademi Desa melaporkan kepada Menteri PDTT Eko Putro Sandjojo,  di Jakarta, Kamis sore. Tim menggelar rapat di bilangan Kalibata Jakarta Selatan. “Tim sedang mengadakan rapat persiapan terkait dengan bahan ajar Akademi Desa 4.0,”  kata Dr Mulyono Dani Prawiro yang juga dosen Pascasarjana  …

Read More »

Sewengi nang Tawangsari, Nonton Wong Nonton Wayang

Jam sewelas mbengi. Nyaut sarung gemantung, nggo kalung gulu. Jaket wes rapet, resleting dislereke nutup awak. Nuntun sepada motor, ditoke seko pawon. Tawangsari, aku teko…   Inilah ritual tahunan yang menyenangkan. Nonton wayang nang mbale deso Tawangsari. Malam ini, Ki Anom Sucondro, dalang muda dari Jatimulyo yang ngayahi jejibahan ndalang …

Read More »

Manakala Pemimpin tak Kuat Menjaga Wahyu Widayat

Perjalanan Baratayuda sudah tergambar, bahkan jauh sebelum perang tergelar. Siapa yang bakal kuat mengemban amanah menjadi raja juga telah ditetapkan para dewa. Maka begitulah. Bima ya Sena ya Werkudara, menyudahi semadi. Ia membuka mata ketika tubuhnya mendapat sorot yang cumlorot dari langit. Prabu Kresna yang mencari Bima diiringkan Arjuna paham …

Read More »

Strategi Pilres agar tak Mengulang Kesalahan Begawan Ciptaning

Baratayuda sudah menanti. Para ksatria juga sudah bersiap diri. Pandawa dan Kurawa saling mengintai strategi masing-masing. Nomor urut untuk berlaga pun telah diundi. Tapi Arjuna masih letih memikirkan nasib perang besar ini. Maka, melangkahlah sang Arjuna. Ia keninggalkan kesatrian dan segala kemewahannya. Penengah Pandawa itu ingin bertapa, semadi, mencari ketenangan …

Read More »