Home / MAF / Bela Beli-60: Posdaya Memiliki Data Nyata

Bela Beli-60: Posdaya Memiliki Data Nyata

Kita semua dibebani untuk memelihara kekayaan alam, laut, darat, langit dan lingkungan yang damai.

Seluruh pemerintah dunia diminta untuk berangkulan dengan negara lain, lembaga lain mengembangkan ekonomi keakraban dan membawa pesan kepada rakyat bahwa pembangunan harus dilakukan dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas penuh kegotongroyongan, kebersamaan, tidak boleh ada keluarga yang nganggur, tidak bekerja dan tidak punya usaha untuk mencintai tanah air.

“Tahun 2016 Damandiri tidak akan mundur, tapi akan memberi kepercayaan lebih tinggi kepada bapak ibu sekalian. Pembangunan akan dilakukan gegap gempita. Mudah-mudahan mendapat kemudahan dan restu. Dirgahayu Damandiri, dirgahayu Posdaya di seluruh Indonesia,” ucapnya.

HUT Damandiri ke-20, dilakukan pemotongan tumpeng, Haryono Suyono didamping sekretaris Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaja disaksikan seluruh mitra kerja dan tamu undangan.

Malam yang memberikan banyak penghargaan untuk para pahlawan Posdaya ini ditutup dengan anugerah Damandiri Award kepada lima Posdaya Rujukan Nasional terbaik dan 20 bupati dan walikota Posdaya terbaik. Posdaya terbaik melalui proses panjang yang memungkinkan seluruh penggeraknya melakukan berbagai inovasi untuk memajukan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Posdaya di Kulon Progo misalnya mampu menghasilan data di lapangan sebagai data dasar yang diperoleh langsung di masyarakat, bukan data yang dihasilkan dari sensus penduduk yang bersifat acak.

Posdaya memiliki data riil yang namanya jelas dan alamatnya jelas, ditambah pemutakhiran data berkala sehingga menjadi data primer yang memiliki akurasi.  Selain pendataan keluarga miskin, Posdaya juga mendorong tumbuhnya ekonomi di masyarakat.

Haryono Suyono menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang ditorehkan sejumlah bupati yang diberi gelar, Bupati Posdaya. “Bupati Kulon Progo, beliau dalam waktu singkat di seluruh mendirikan Posdaya sebagai ujung tombak pembangunan keluarga.

Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang, kalangan dunia pendidikan, para penggerak dan pengurus Posdaya, lembaga swadaya masyarakat, mitra perbankan dan mitra kerja lainnya.

Rektor dari Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, Universitas Tamansiswa Palembang, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Tamansiswa Yogyakarta, Univesitas Tamansiswa Padang, Universitas Trilogi Jakarta, Universitas Negeri Sebelasmaret Surakarta dan perwakilan dari 450 perguruan tinggi lainnya yang menjadi mitra.(bersambung)

About redaksi

Check Also

Iki Loh Swasono nek Isuk-isuk Mlaku Nang Mbantul

Isuk tansah iseh adem. Srengenge durong ngetoke raine. dadi suasana iseh ketok peteng.  Ning, aku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *