Home / MAF / Bela Beli-54: Posdaya Melati Berhasil Tampil Mandiri

Bela Beli-54: Posdaya Melati Berhasil Tampil Mandiri

Dalam kunjungan lapangan untuk verivikasi data yang dilakukan Tim Yayasan Damandiri, tampak suguhan berbagai produk buatan masyarakat.

Dari bahan lokal yang selama ini menjadi mata pencaharian mereka menghasilkan variasi makanan, seperti tempe benguk, nagasari, talam jagung dan beragam jenis lainnya plus minuman kelapa muda segar yang cukup banyak terdapat dan berasal dari perkebunan mereka.

“Kami berkampanye penggunaan daun untuk meminimalisir penggunaan plastic dan stereo foam,” imbuhnya lagi. Dengan kebijakan ini tentunya masyarakat tergerak untuk merawat pohon pisang sehingga sirkulasinya bagus dan perkebunan pisang menjadi perhatian yang tinggi. Ada nilai jual, dari yang semula tak berharga hingga memiliki nilai ekonomis.

Mengingat kedepannya untuk maju, masyarakat harus bisa berkreasi dalam pengembangan produksi panganan lokal ini, isteri dr Bambang Haryatno, MKes, Direktur RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo ini akan melakukan kajian lebih lanjut terkait teknologi tepat guna pemanfaatan daun pisang dan mengawetkannya agar bisa tetap bisa dipakai sebagai pembungkus tanpa mengurangi kualitas panganan dan bisa dipasarkan diluar wilayah masyarakat sekitar.

Ibu dari Harnugrahanto Supeno Jati (mahasiswa Kedokteran -UMY) dan Harwidagdo Wahyu Aminjati (mahasiswa Kedokteran -UMY) ini terbilang proaktif mengawal masyarakatnya untuk maju dan berkembang. Tanpa segan-segan dirinya terjun langsung kelingkup masyarakat binaan, dan mengikuti proses pemberdayaan yang berlangsung.

Desa Margosari memang unik. Karakteristik masyarakatnya tidak desa dan tidak kota, butuh penanganan tepat dalam penguatannya. Namun sekarang ini Posdaya Melati berhasil tampil mandiri dan masyarakatnya bergotong royong secara aktif dan memiliki koperasi Posdaya.

Posdaya Mawar X Kutogiri Sidomulyo yang tak kalah bagusnya karena disana berkat KKN Posdaya yang dilakukan para mahasiswa berhasil terbangun pengairan ke rumah-rumah warga dari sumber air yang tak pernah surut meskipun kemarau.

Posdaya Mawar X ini memiliki Motto Mantap, Andal, Waspada, Antusias dan Rajin dimana masyarakatnya cukup aktif dalam pengembangan Posdaya. Ada berbagai Produk jerami dan kerajinan tangan, peternakan kambing, bibit lele, lele dewasa, kebun bergizi, dieksplorasi sedemikian rupa sehingga menguntungkan penduduk setempat.

Terkait Pendidikan Anak Usian Dini (PAUD), Mintarti merasa bangga bahwa Kulon Progo menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang memiliki sinergi dan institusi jaring struktural PAUD dan termonitor.(bersambung)

About redaksi

Check Also

Iki Loh Swasono nek Isuk-isuk Mlaku Nang Mbantul

Isuk tansah iseh adem. Srengenge durong ngetoke raine. dadi suasana iseh ketok peteng.  Ning, aku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *