ACI-12: Bambang Indrajit Wijokongko

oleh -13 Dilihat
oleh

Dan, inilah Indrajit. Nama panggilan itu saja sudah membuat orang mengernyit. Sebab, tidak pernah ada orang Jawa yang mau memakai nama wangsa Alengka.  Lalu dengarkan nama panjangnya: Bambang Indrajit Wijokongko.

Entahlah. Ahli kebudayaan Jawi paling puritan pun, akan merasa aneh dengan perpaduan nama itu. Dalam babon Ramayana atau Mahabarata juga tidak akan ditemukan nama wayang seperti itu. Bambang, sudah pasti semua orang Jawa menyukai nama ini. Ia adalah mimpi para orang tua Jawa yang ingin melihat anak laki-lakinya tampan-mengesankan, sakti, dan digilai banyak wanita. Semua ksatria baik budi, terutama yang berada dalam poros Pandawa, biasa memakai nama depan Bambang.

Wijokongko. Orang mungkin masih akan paham mengapa ada orang tua Jawa memberi nama anaknya Wijokongko. Ia adalah dasanama untuk Raden Puntadewa ya Yudistira ya Panduputra. Sulung Pandawa yang tampan-gemawan, lembut-gemulai, berhati suci, serta selalu digambarkan hidup dalam kasih dan keikhlasan.

Tapi Indrajit. Siapa sudi memakaikan nama itu untuk anaknya. Indrajit adalah putra Dasamuka ya  Rahwana. Raja Alengkapura itu dikenal bukan hanya bengis, tapi menjadi tokoh antagonis yang hidupnya hanya ngreridu, menganggu, menggerutu, membuat para ksatria susah.

Meski seorang putra mahkota dan cucu Sangyang Indra , tidak pernah ada anak laki-laki Jawa bernama Indrajit yang dalam wayang Jawi juga punya nama Megandanda. Ia adalah anak pujan Wibisono karena meliha Dewi Tari, kakak iparnya melahirkan bayi perempuan cantik selaksa Dewi Sri Widawati. Wibisono tidak ingin, kemenakannya yang jelita, menjadi korban kebejadan Rahwana, bapaknya sendiri yang clutak kepada semua wanita cantik.

Kemudian, semua keanehan itu, dipersatukan dalam Bambang Indrajit Wijokongko. Tiga sifat diaduk membentuk tubuh pemuda yang pada akhirnya, memberi sifat sangat ajaib. Tampan, memang. Pantas jika memakai nama Bambang. Lembut dan melankoli seperti Wijokongko yang selalu ingin memberi. Tapi di balik semua itu, ada sifat Indrajit yang julit: pendendam dengan bara sekam yang tak lekang dalam kekang.(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.