Home / KEMAT / Bulan Purnama Berdarah, Jarene Mbulan Dicaplok Betoro Kolo

Bulan Purnama Berdarah, Jarene Mbulan Dicaplok Betoro Kolo

Malam ini, akan ada peristiwa mistik terbesar di awal 2018. Super blue moon. Atau jika diterjemahkan menjadi bulan purnama berdarah. Kejadian langka yang hanya terulang dalam siklus satu abad.

Dan, tinggal hitungan jam, bumi akan disapa rembulan yang misterius. Orang menyebut gerhana bulan total. Nanti malam, mulai jam delapan, seluruh permukaan bulan akan mengalami tiga peristiwa besar, super moon, blue moon, serta super blood moon. Iki medheni lur…

Secara ilmu pengetahuan, gerhana bulan total di penghujun bulan pertama 2018 ini, hanya terjadi dalam satu abad sekali. Bulan purnama berdarah terakhir terjadi pada 31 Maret 1866. Artinya 150 tahun yang lalu.

Bulan purnama berdarah adalah serangkaian gerhana bulan yang sudah terjadi sejak akhir tahun lalu. Gerhana bulan yang berentetan dalam jarak sangat pendek itu, bukan peristiwa biasa. Pertama terjadi pada 3 Desember 2017, disusul 31 Desember 2017.

Dan  awal tahun 2018, dibuka dan ditutup dengan peristiwa ajaib itu. Maka tak heran jika, gerhana bulan malam ini, menjadi puncak peristiwa penuh misteri ini. Peristiwa yang disebut dengan istilah menggetarkan: Blue Blood Supermoon.

Lalu adakah makna spiritual di balik fenomena langka ini? Sudah pasti ada. Para leluhur Jawa, bahkan sudah mengingatkan, agar berhati-hati jika menjumpai, mengalami, melihat peristiwa seperti gerhana bulan. Dalam berbagai cerita tutur, gerhana bulan adalah tragedi ketika mbulan dicaplok Betoro Kolo.

“Ya semua peristiwa alam itu, tanda-tanda yang harus dibaca sebagai kebesaran Tuhan. Apa yang akan terjadi berkaitan dengan gerhana bulan total, semua masih menjadi rahasia Tuhan. Kita hanya bisa meningkatkan kearifan dan ketaatan pada Yang Maha Berkuasa atas alam raya,” kata seorang spiritualis yang enggan identitasnya dipublikasikan, meski memiliki banyak ilmu sinengker, serta waskita dalama soal-soal mistik.

Oleh sebab, menjadi pertanda kekuasaan Tuhan, malam ini umat Islam menggelar sholat khusuf atau sholat gerhana di masjid, langgar, atau surau. Edaran untuk mengikuti sholat gerhana juga disampaikan oleh Pengurus Masjid Al Istiqomah Jombokan, sejak beberapa hari lalu.(kib)

About redaksi

Check Also

Mengenal Dalang Kebumen-15:Ki Bambang Cahyono, Dalang yang Budayawan

Keberadaan dalang di wilayah Kabupaten Kebumen tersebar merata dan nyaris di setiap kecamatan ada.  Seakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *