Home / MAF / Bela Beli-59: Posdaya untuk Pembangunan Berkelanjutan

Bela Beli-59: Posdaya untuk Pembangunan Berkelanjutan

Posdaya berdedikasi untuk pembangunan berkelanjutan. Dalam pembanguan berkelanjutan. Posdaya berjuang mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil,  makmur dan merata. 

Berjuang dan berusaha keras untuk menyejahterakan keluarga prasejahtera dan sejahtera satu menjadi keluarga yang benar-benar sejahtera lahir dan batinya.

Dalam proses pemberdayaan, waktu 15 tahun ke depan sangat pendek untuk dapat mewujudkan kesejahteraan seluruh keluarga Indonesia.  Untuk ukuran normal, menggunakan dana APBN dan APBD guna menyelesaikan masalah kemiskinan membutuhkan waktu puluhan tahun. Apalagi daerah-daerah tertentu yang sumber daya alamnya sedikit, yang berdampak sumber daya manusianya juga berkurang akan membutuhkan waktu lebih lama lagi.

Upaya mempercepat penyelesaian masalah kemiskinan, memerlukan kerja keras yang dikolaborasikan dengan kerja cerdas dan ikhlas sehingga membuahkan hasil yang maksimal.  Sebab kerja keras saja tidak akan pernah cukup tanpa kerja cerdas yang memungkinkan mengatasi berbagai masalah yang timbul di masyarakat.

Kerja keras dan cerdas saja masih kurang, masih membutuhkan keikhlasan agar hasil maksimal yang dapat diraih memiliki makna bukan saja dalam kehidupan ini melainkan kehidupan yang dijanjikan nanti.  Di kehidupan yang abadi dan tidak sebatas fisik material semata.

Sebanyak 20 Posdaya yang memperoleh penghargaan sebagai Rujukan Nasional berasal dari 2.000 Posdaya yang disebut Posdaya rujukan ring ke dua dan ring ke tiga. Sebanyak  2.000 Posdaya hasil penyaringan dari 55.000 Posdaya yang disebut Posdaya Rujukan ring ke tiga.

Haryono Suyono menjelaskan pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui Posdaya hanya bisa dilakukan kalau ring 1, 2, 3 dan seterusnya makin menjangkau 80.000 di desa-desa seluruh Indonesia. “Malam ini mengakhiri tahapan pertama dari program yang dilakukan Posdaya. Program itu adalah program berbasis Millennium Developmen Goals (MDGs),” katanya

MDGs ditutup PBB 26 September 2015, sejak itu dunia memasuki program pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) yang memiliki 17 sasaran. Selama masa 15 tahun ada tiga sasaran yakni kemiskinan harus nol persen, kelaparan nol persen dan kesenjangan makin diperdekat.

“15 tahun telah lewat tapi 15 tahun akan datang lebih rumit dari tahun terakhir. Kelaparan, kesenjangan makin mendekat dan akan ditopang dengan dua komponen yang selama 15 tahun sudah kita kerjakan. Yaitu, peningkatan pembangunan manusia, kesehatan, pendidikan, kewirahausahaan yang sangat komperehensif,” tegasnya. (bersambung)

About redaksi

Check Also

Iki Loh Swasono nek Isuk-isuk Mlaku Nang Mbantul

Isuk tansah iseh adem. Srengenge durong ngetoke raine. dadi suasana iseh ketok peteng.  Ning, aku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *