Home / MAF / Bela Beli-54: Dari Pengasih Posdaya Terus Berkembang

Bela Beli-54: Dari Pengasih Posdaya Terus Berkembang

Aktif, gesit dan tidak mengenal lelah. Itulah sosoknya, Srikandi Posdaya, dari tidak mengenal, belajar memahami dan menjadi ahli dalam bidangnya. Dra Sri Harmintarti, MM sejak masih menjadi Camat Pengasih aktif menggerakkan Posdaya.

Gayung bersambut, berganti kepala daerah, kecintaannya terhadap Posdaya tidak luntur. Sebaliknya bahkan semakin ngremboko, sampai akhirnya dipercaya menjadi Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kulon Progo.

Lulusan Magister Manajemen Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) ini memiliki dedikasi tinggi dalam menyemarakkan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di daerahnya, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sri Harmintarti, mengaku tidak risih kalau sewaktu-waktu dirinya harus terjun ke lapangan, mengunjungi warganya ke tempat-tempat yang sulit terjangkau oleh alat transportasi. Di Desa Margosari berdiri Posdaya Melati yang merupakan cikal bakal Posdaya, binaan Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa (UST) Yogyakarta yang dalam waktu dua tahun berkembang menjadi 60 Posdaya di seluruh Kecamatan Pengasih.

Keberhasilan pengembangan Posdaya ini tentu tak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah dalam ‘mengadvokasi’ masyarakat menuju perubahan yang lebih kondusif.

“Awalnya tak mudah mengajak masyarakat bergerak dalam program pemberdayaan ditingkat akar rumput ini. Kesulitan masyarakat terutama karena banyaknya kegiatan, ada PKK, Posyandu, dan lainnya. Mereka bertanya, Posdaya itu Apa?” ujar wanita kelahiran Pati, 29 juli 1962.

Setelah diberi pemahaman Posdaya bisa mensinergikan seluruh program yang ada di masyarakat dan tidak berdiri sendiri-sendiri, seperti PAUD misalnya yang hanya mengurusi pendidikan balita, atau Posyandu yang hanya mengurusi imunisasi dan makanam tambahan, maka dalam Posdaya semua hal bisa dilakukan, baik mengenai balita, lansia, kesehatan, pendidikan, kewira usahaan, lingkungan termasuk pengembangan kebun bergizi.

Anak-anak yang tadinya tak memiliki tempat bereksplorasi, bisa tampil keberaniannya dalam hal menari, menyanyi, drumband dan lain sebagainya, setelah berpadu dalam program Posdaya ini, sehingga tak segan-segan akhirnya masyarakat turut berkontribusi dalam operasional Posdaya menjadi Posdaya Mandiri.

Terlebih lagi Kabupaten memberikan mandat melalui badan pemberdayaan dengan melakukan komunikasi kegiatan, bersinergi di tingkat desa sehingga seluruh kepala desa menganggarkan pula untuk pengembangan Posdaya.

Mantan Camat Pengasih yang masa baktinya memasuki tahun kedua ini, juga turut gencar mensukseskan instruksi Bupati dalam hal mengembangan produk local bahwa singkong, ubi, jagung, kelapa, bisa diolah menjadi panganan yang sangat bervariatif dan wajib menjadi salah satu menu suguhan dalam setiap rapat di pemerintahan.(bersambung)

About redaksi

Check Also

Iki Loh Swasono nek Isuk-isuk Mlaku Nang Mbantul

Isuk tansah iseh adem. Srengenge durong ngetoke raine. dadi suasana iseh ketok peteng.  Ning, aku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *