Home / MAF / Bela Beli-52: Posdaya Melati Kembangkan Potensi Lokal

Bela Beli-52: Posdaya Melati Kembangkan Potensi Lokal

Potensi lokal yang berakar dari kearifan masyarakat, menjadi kekuatan untuk menghadapi era persaingan bebas. Kekuatan lokal yang berkembang di masyarakat sejak berabad-abad silam, akan menjadi daya saing yang kuat. Kekuatan modal asing akan berhadapan dengan kearifan lokal di masyarakat sehingga membutuhkan dukungan dari masyarakat lokal.  

Kearifan di masyarakat akan mampu menyelamatkan warga dan keluarga dari ancaman persaingan global. Syaratnya masyarakat merasa handarbeni, merasa memiliki kekayaan sendiri. Tidak silau dengan semua yang datang dari luar negeri. Tidak semua hal yang datang dari manca negara pasti baik dan cocok untuk keperluan sendiri. Sebaliknya tidak semua yang berasal dari bumi sendiri, tidak baik dan harus ditinggalkan.  Dalam banyak hal justru kandungan lokal sangat sesuai dengan kebutuhan diri sendiri.

Bahan dasar makanan yang berasal dari lingkungan sekitar sesuai dengan kebutuhan badan. Secara budaya akan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku selama ini sehingga lebih mudah menyesuaikan. Makanan pasti akan lebih berselera dengan masakan lokal, sesuai dengan cita rasa dan kebiasaan yang berlangsung selama ini.

Nasionalisme juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan kekayaan miliki bangsa sendiri, bahkan yang sangat kedaerahan. Banyak jenis dan model makanan datang dari luar negeri, akan banyak manfaatnya tetap menggunakan produksi sendiri. Syukur kalau produk dalam negeri juga dapat dikembangkan di pasar internaional sehingga mendatangkan manfaat lebih besar.

Posdaya Melati, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DIY berusaha mengembangkan potensi yang di ada daerah. Hal itu merupakan salah satu bentuk pemberdayaan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dari segi ekonomi.

Pertemuan rutin yang diselenggarakan sebulan sekali untuk membicarakan program dan apa yang akan dikerjakan untuk memajukan Posdaya Melati, pertemuan rutin ini juga untuk menampung ide-ide baru dari masyarakat dalam menjalankan usaha bersama salah satunya adalah membuat abon yang bahan bakunya dari Bebek Nila.

Bebek Nila menjadi bahan dasar abon, selain dagingnya cukup banyak dibandingkan bebek biasa. Bebek Nila banyak dipelihara masyarakat Kulon Progo, karena tidak memerlukan pemeliharaan yang rumit.

Melalui sedikit sentuhan cita rasa dari satu ekor Bebek Nila yang dijadikan abon mampu meningkatkan pendapatan hampir dua kali lipat dari harga Bebek Nila yang dijual per ekor atau perpotong.  Untuk harga Bebek Nila per ekor di Kulon Progo antara Rp20.000-40.000, ketika telah jadi abon nila dijual perbungkus Rp7.500. Dari satu ekor Bebek Nila mampu dihasilkan abon sebanyak 5-8 bungkus abon nila, tergantung besar kecilnya nila yang di olah untuk abon, sehingga mampu meningkatkan penghasilan masyarakat yang tergabung dalam Posdaya Melati.(bersambung)

About redaksi

Check Also

Iki Loh Swasono nek Isuk-isuk Mlaku Nang Mbantul

Isuk tansah iseh adem. Srengenge durong ngetoke raine. dadi suasana iseh ketok peteng.  Ning, aku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *