Home / MAF / Bela Beli-23: Pemimpin & Masyarakat Bersatu Hadapi Situasi

Bela Beli-23: Pemimpin & Masyarakat Bersatu Hadapi Situasi

Masyarakat senang sekali, masyarakat kalau diajak melakukan usaha masyarakat responnya luar biasa. Sebagian besar masyarakat dapat diajak melakukan budidaya.

Memelihara ayam dan kambing, bikin telur asin masyarakat mau tinggal memacu. Permasalahannya sekarang bagaimana Posdaya kuat menghadapi MEA.  Maka satu-satunya jalan menggunakan ideologi bela beli dalam menghadapi MEA.

Menghadapi berbagai keadaan masyarakat akan mengikuti bagaimana pemimpinnya. Sebagian besar masyarakat tidak ingin sibuk dengan permasalahan yang besar dan membutuhkan pemikiran.

Masyarakat berusaha memenuhi kebutuhan dasar bagi keluarganya. Bagi masyarakat yang terpenting kebutuhan tersedia, harganya terjangau dan mampu membelinya.  Soal bagaimana menyediakan, merekayasa agar harga terjangkau dan memiliki kemampuan untuk membeli menjadi urusan para pemimpin yang memiliki kompetensi.

Masyarakat hanya membutuhkan ketersediaan bahan pokok, dapat membeli  dengan harga yang wajar sehingga mampu memenuhi kebutuhan keluarga.

Menjadi tugas pemimpin untuk melakukan berbagai upaya agar masyarakat memiliki kesempatan bekerja sehingga memperoleh penghasilan.  Para pemimpin menyediakan lapangan berusaha agar masyarakat mampu meningkatkan penghasilan.

Semua elemen warga masyarakat akan berbondong-bondong membuka usaha, bekerja dan berwiraswasta sehingga dunia usaha bergerak, tumbuh dan berkembang. Usaha yang berbasis pertanian dari hulu sampai hilir akan hidup seiring dengan dinamika yang terjadi di masyarakatnya.

Ketika masyarakat memiliki kesempatan berusaha dan kesempatan bekerja, masyarakat memiliki daya beli sehingga mampu memenuhi kebutuhan, meski hanya kebutuhan dasar.  Dampak positif akan terjadi di masyarakat,  multi efek akan terjadi di masyarakat.

Saat yang sama para para pembuat kebijakan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memenuhi kebutuhan dengan kemampuan yang ada.

Para pemimpin bersama masyarakat akan mampu menghadapi situasi dan kondisi bagaimanapun kalau bersatu padu.  Keduanya menjadi satu kesatuan utuh yang tak terpisahkan karena keduanya saling membutuhkan dan melengkapi. Pemimpin tidak pernah ada kalau tidak ada masyarakat yang dipimpin.  Masyarakat tidak maju tanpa pemimpin yang mengantarkan ke kehidupan yang lebih baik. (bersambung)

About redaksi

Check Also

Iki Loh Swasono nek Isuk-isuk Mlaku Nang Mbantul

Isuk tansah iseh adem. Srengenge durong ngetoke raine. dadi suasana iseh ketok peteng.  Ning, aku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *