ACI-9: Berhenti jadi Penggender karena Hastari

oleh -2 Dilihat
oleh

Semua menjadi biasa saja. Indrajit meresapi hari-hari dengan kembali sewajarnya. Pertemuannya dengan Pak Sum menjadi titik balik keresahan hatinya.

Tapi memang, ada peristiwa besar yang membuat kaget semua orang. Ia meninggalkan ruang karawitan, untuk pindah ekstrakulikuler basket. Aneh, sebab, ia sama sekali tidak senang berkeringat.

Keputusannya dikutuk semua anak yang ikut Karawatian. Juga Pak Bagus yang sudah merancang pergelaran perdana kelompok karawitan ini. Tapi Indrajit sudah sampai pada keputusan yang tak bisa ditawar.  Apapun tawarannya, termasuk jika nilainya akan sangat jelek untuk pelajaran ini.

Saat bertemu Pak Sum, keputusannya itu juga menjadi pertanyaan panjang, sepanjang nasehatnya yang tak habis-habis. “Masak karena Hastari, kamu pergi? Kasihan teman-temanmu itu, mencari penggender itu tidak mudah.” Kalimat Pak Sum sebenarnya mengusik hatinya. Laki-laki tua yang masih sangat awas hatinya ini, benar.

“Harusnya saya tidak usah bercerita, Hastari yang duduk di bangkumu di kelas pagi juga ikut karawitan.”

“Bukan begitu Pak Sum. Saya memang tidak bisa meneruskan ikut karawitan. Saya tidak cocok di tempat itu.” Jawaban Indrajit membuat Pak Sum tertawa lebar. Terkekeh, mrenges, memamerkan giginya yang masih utuh.

“Ya sudah. Itu pilihanmu.” Akhirnya, pertemuan dengan Pak Sum, melegakan. Sejak hari itu, ia resmi bergabung dengan anak-anak basket, meski menjadi tertawaan. Tidak peduli, buatnya menjauhi semua yang membuatnya risau. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.