Home / CAKRUK / CKTB-2: Misteri Buku Harian kiki

CKTB-2: Misteri Buku Harian kiki

Gak sengaja. Bener-benar gak sangaja. Siang itu saat gue  mau minjem powerbanknya mami Kiki. Tapi bersama itu, ada sebuah buku terjatuh di bawah lantai kelas. Gue ambil. Niatnya beneran cuma mau ngambil doang.  Gak ada niatan buat ngeliat sedikitpun. Tapi situasi bikin gue KEPOO…

Kenapa harus kepo? Karena cover buku kecil yang mirip kayak binder itu menarik buat dilihat. Akhirnya, gue buka buku itu. Setiap kali ngebuka halaman buku itu, di pojok kiri bawah pasti bertulisan “cktb”, tapi ada satu halaman yang flat. Gak ada coretan di luar garis, seperti halaman lainnya. Itulah yang bikin gue penasaran. Jadinya, gue baca tulisan itu. Tulisan itu isinya gini;

Rasanya susah buat memendam ini sendirian. gak kuat. Bener-bener tersiksa banget.
Emang semua manusia gak luput dari masalah yang bertubi-tubi, contohnya gue. Jujur… gue sebenernya hidup di dunia ini yah ga mau punya masalah apa apa. Masalah cinta, masalah persahabatan, masalah sekolah ataupun masalah keluarga.

Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Dengan penuh kasih sayangn, IA memberi gue masalah yang bertubi-tubi, Yang bisa bilang sih ibarat. Kayak udah jatuh tertimpah tangga pula. Nah coba bayangin gimana rasanya? Kebayang kan gimana sakitnya kalau kalian di posisi itu?

Yappp.. gue cuma bisa berdoa…berdoa… dan berdoa. Ya Tuhan apa salah hambamu ini. Ya Tuhan kuatkan hambamu dalam menghadapi segala cobaan-MU.  Ya Tuhan tolong tegarkan hati hambamu ini. Gak ada hentinya gue berdoa dan meratapi semuanya dengan penuh air mata.

Bayangin aja, dimulai dengan kepergian seseorang yang selama ini sempat mengisi kekosongan hari-hari gue. Saat itulah, gue kehilangan semangat. Iyah, ini yang dinamakan kehilangan. Gak bisa di pungkiri, gue ngerasa kalo gue udah gak ada artinya lagi, gue gak berguna lagi buat siapa-siapa dan gue ngerasa sendirian, Gak punya siapa-siapa lagi.

Tapi tidak. Gue gak mau larut. Karena ternyataTuhan masih ada. Ya,  gue masih punya Allah, gue masih punya orangtua, gue masih punya kakak. Dan gue fikir, yahh gue masih punya temen yang selalu menghibur disaat gue terpuruk seperti ini. Ya gue emang bodohhh! Gak semestinya gue mikir kaya gini. Maaf seribu maaf atas semuanya ini…

Saat ini, gue memang semakin terpuruk. Saat ini, gue juga butuh penyemangat baru! Dan gue butuh sahabat-sahabat gue. Benar, gue butuh mereka. Karena, mereka yang selalu ada buat gue, selalu care sama gue, selalu setia ngedengerin semua curhatan gue. Juga selalu sayang sama gue. Tapi ya Tuhan, ke mana mereka sekarang? Di saat gue butuh, mereka menghilang dengan kesibukan masing-masing. Yaaa…gua cuma bisa mendem ini. Mendem doang!

“Lintang….” Seketika, suara yang tidak asing itu memanggil. Seketika gue berbalik arah dan menemukan sesosok gadis putih dengan gaya rambut curly dengan pita biru yang udah menjadi ciri khasnya. Dia Rizki. Rizki si pemilik buku ini. What? duh…jadi gak enak nih udah lancang baca-baca beginian.

“I…iyaa Ki?” Suara gue pelan keluar saking takutnya. Gue bener-bener bergetar.

“Lu ngapain buka-buka itu?” terpancar sekali amarah dari raut wajahnya. Seketika gue berlali menghampirinya, memeluknya, “maafin gue Ki.”

Memang hanya itu yang bisa terucap dari bibir ini. Tapi tak urung, gue langsung bertanya, “Ki, apa maksudnya di tulisan itu?” Tidak ada jawaban dari Rizki. Yang muncul malah isak tangis di balik pelukan gue itu. Gue tahun, Kiki menangis. “Udah ya, lupain itu. Gue sayang kalian,” jawabnya singkat, penuh dengan misteri.(*)

About redaksi

Check Also

CAKRUK: Onthas-anthus Ra, Tanya Ki Mbero

Wis tengah wengi. Semubang harino. Tengah malam, saatnya manjing sanggar pamujan, mesu rogo. Tapi sebelum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *