Home / CAKRUK / CAKRUK: Onthas-anthus Ra, Tanya Ki Mbero

CAKRUK: Onthas-anthus Ra, Tanya Ki Mbero

Wis tengah wengi. Semubang harino. Tengah malam, saatnya manjing sanggar pamujan, mesu rogo. Tapi sebelum pulas, ada yang harus dipulas sebagai penghias hari. Perlu dicatate, iki ngelmu titen. Titeni wae, angger cakruke sepi, meski jalarane Ki Mbero murco.

Dan, akhirnya, Cakruke Komunitas nJanturan Satu, kembali seru. Setelah berhari-hari isinya hanya kesenyapan, isuk-isuk tadi mulai ada geliatnya. Tapi tidak lama, hanya sporadis saja yang muncul, lalu pergi.

Densus justru tidak muncul sama sekali. Ki Mbero yang ahli agitasi, cuma juk klepat.  Juga Denpur yang seperti tidak berniat menggempur sana-sini.   Apalagi Kiai nJenar yang sudah hampir dua pekan tidak medar sabdo, mbabar ngelmu kanggo poro kewulo.

Tapi ya begitu, meski muncul sporadis, jug klepat sambil mengumpat, tetap gayeng. Jual-beli ukoro terjadi. Apalagi, yang mengawali adalah sosok senior sekelas PAT yang namanya kondang hingga ke tengah laut.

Dialog serba panas  itu dimulai saat PAT melempar gambar dengan keterangan foto memancing kerusuhan, “Mbah kakung lagi ngawasi wong nyambut gawe,” di dalam foto itu terlihat sosok berkaos merah membelakangi kamera. Tapi semua penghuni Cakruk tahu siapa tokoh kaloko yang memiliki ilmu-ilmu sinengker itu.

Dan, benar. Pertarungan segera dimulai, ketika Denpur sudah meluncur, membawa jurus nubrus-nubrus. “Nek oran diawasi ndak leda-lede,” katanya yang seolah memberi umpan lambung untuk Ki Lowo.

“Njut udad-udud…ro mocat-macit..” kalimat ini, membawa pertarungan memasuki fase gawat. Karena satu demi satu, tokoh-tokoh langka bermunculan dengan senjata masing-masing, dihunus, siap ngujus siapa saja.

“Klithah-klithih,” kata PMD yang sudah ditunggu Ki Mbero dengan senjata andalannya.

“Onthas-anthus ra?” tanya Ki Mbero yang sesungguhnya sekadar pancingan, karena pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban dari siapapun.

“Lholak-lholok..” timpal Denpur.

“Mrono-mrene,” nah ini kalimat dari Kiai Bahrul yang agak diluar konteks tapi membuat pertarungan antar tokoh-tokoh sakti Cakruk online yang suka crito sambil ubrug itu, bertambah gerah.

Lalu, semua pertarungan terhenti, begitu Gusrud mengeluarkan jurus pamungkas. “Pengawase nganggo seragam,” kata Gusrud alias PRD sambil memposting video tokoh senior sedang menjadi mandor negor glugu.(kib)

About redaksi

Check Also

Bela Beli Kulon Progo-2: Masyarakat itu Asalnya tidak Memiliki Jiwa Entrepreuner

Bagaimana tanggapan masyarakat dan bagaimana mengajak masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri? Masyarakat senang sekali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *