Home / MAF / Ben dadi Juara Voli, Mbengi-mbengi Kerja Bakti

Ben dadi Juara Voli, Mbengi-mbengi Kerja Bakti

Mbengi ing tlatah Jombokan tansah bungah. Howone nang awak yo adem, malah saking ademe ngasi kroso nggregesi. Dingin kemarau panjang, terasa menusuk  tulang.

Malam di tanggal tua, membuat mbulan telat ndadari. Langit malam, terlihat hanya berpenerang bintang. Sementara di bawahnya, di tempat-tempat yang jauh dari keramaian, bengi nampak peteng ndedet.

Tapi tidak di sebuah tanah lapang. Inilah lapangan voli dusun Jombokan. Okeh uwong podo ngumpul. Ya mereka sedang melakukan kerja bakti pengerasan lapangan. Malam hari dipilih, karena waktu yang longgar, karena di siang hari warga Jombokan sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Malam kemarin, kerja bakti dikomadai Lek Mardi Tong dan Mas Arif. Tampak belasan atau mungkin puluhan orang terlibat dalam kerja bakti di malam hari. Ada yang membawa angkong yang berisi penuh tanah uruk dipindahkan di lapangan voli, ada yang menyiram air dan sebagainya.

Mekaten. Akhir-akhir iki, wargi Jombokan memang sedang dilanda euforia punya lapangan voli. Setiap hari latihan. Berganti-ganti, tidak hanya anak-anak muda atau yang kecil-kecil, tapi sampai para pemain voli veteran yang usianya sudah mendekati tua.

Kegairahan memiliki lapangan voli juga ditunjukan dengan kerja bakti yang bahkan dilakukan di malam hari. Seolah tak ada lelah, karena sangat ingin memiliki lapangan voli yang layak. Semua orang hadir pada kerja bakti malam hari. Seperti nyaris semua orang setiap sore ikut nonton latihan voli.

Tidak hanya warga Dusun Jombokan yang ikut nonton latihan atau mereka yang berlatih. Sebab, warga dari dusun-dusun tetangga juga ikut ambil bagian.  Ada yang dari Kulur, Kedundang, Siluwok, Bujidan, malah ada pula yang dari Pedukuhan Tegal Perang.

Kegembiraan yang bercampur semangat itu, rasa-rasanya, mirip era 90an, saat Dusun Jombokan memiliki klub voli yang tangguh. Namanya Garuda. Saat itu, mampu menembus perempat final Perkasa Cup.

“Ben voline koyo jamane Lek Gijo karo Lek Yodol,” kata Lek Mardi Tong berujar di sela sela kerja bakti memberi semangat anak-anak muda agar giat berlatih merebut kembali kejayaan klub voli di masa lalu.

Lek Gijo lan Lek Yodol yang disebut Lek Mardi itu adalah dua pemain bintang dari Dusun Jombokan. Mereka ikut membawa klub voli Garuda memasuki masa keemasan. Tapi sejak itu, nyaris tak ada generasi penerus yang mampu melanjutkan tradisi juara, terutama dalam turnamen voli.(priyo)

About redaksi

Check Also

Meneng-meneng, Pak Imron nduwe Prestasi Okeh

Mlebu metu ndeso adalah kegiatan kesehariane. Yoiku nggolek rongsok. Kesibukan kuwi koyo wis biasa, saben …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *