Home / DWIDJO / Api Cinta (64): Masturoh Memiliki Penampilan Menarik

Api Cinta (64): Masturoh Memiliki Penampilan Menarik

Masturoh yang sangat jago dalam bidang ilmu-ilmu sosial. Untuk itu dalam pelajaran sejarah, ilmu bumi dan pengetahuan sosial dia lebih menonjol. Masturoh pernah mewakili sekolahnya untuk sebuah pertandingan antar sekolah di kota kecamatan.

Lebih dari itu bahkan dia pernah dipercaya mewakili kota kabupaten untuk cerdas cermat cabang ilmu-ilmu sosial. Meski tidak keluar sebagai juara di tingkat kabupaten, namun sudah memberikan hasil terbaik bagi sekolahnya.

Sangat beralasan ketika guru pelajaran sejarah dan ilmu bumi lebih banyak memberikan kepercayaan kepada Masturoh. Untuk beberapa kesempatan mewakili guru kelas menerangkan mata pelajaran sejarah. Terutama periode kerajaan-kerajaan Nusantara yang berhadapan dengan kaum penjajah dan imperialisme Barat di kawasan Timur. Hal itu pula yang memberikan inspirasi bagi perjuangan masyarakat di kepulauan Nusantara.

Masturoh memiliki penampilan menarik. Badannya ramping, cenderung kurus sehingga tampak semampai. Jalannya yang lenggak-lenggok, pas dengan penampilan yang menawan. Ditambah  dengan kulit kuning langsat. Gigi putih berbaris rapi menghias wajahnya yang lonjong bulat. Apalagi kalau tengah tersenyum simpul, akan tampak mempesona.  Rambut hitam lurus dipotong sebahu sehingga menambah penampilannya yang lincah, gesit namun tetap tampak keibuan.

Ketika mengenakan seragam putih abu-abu sangat pas bahkan menjadikan penampilannya sangat terjaga. Teman sekelas sering memanggil dengan sebutan ibu guru. Sesuai benar dengan harapan dan cita-citanya yang ingin mengabdikan diri di dunia pendidikan. Dunia pendidikan yang tidak pernah sepi dari perjuangan dan pengabdian di sepanjang hayat. Sebagaimana sering diungkapkan kepada teman tiga serangkainya di berbagai kesempatan.

“Aku ingin menjadi guru kelak ketika sudah dewasa,”

“Guru itu bagai pahlawan, meski tanpa tanda jasa,”

“Guru yang benar-benar dapat digugu dan ditiru,”

“Bukan guru sembarangan yang hanya ngajar,”

“Guru sejati, yang menjadi guru bangsa,”

Dunia pendidikan memang menjadi idolanya. Selain berasal dari keluarga guru. Kakak sepupu, bulik dan paklik bahkan pade dan budenya juga menjadi seorang yang mengabdikan dalam dunia pendidikan.  Pengalamanan keluarga besarnya berkenalan dengan dunia pendidikan mengantarkan kepada cita-cita dan harapan yang digantungkan sangat tinggi.

Masturoh juga sangat dekat dengan anak-anak. Di tempat tinggalnya anak-anak sering berkumpul di teras rumahnya. Selain bermain dengan berbagai peralatan yang disediakan, juga pemilik rumah, orang tua Masturoh sangat terbuka dengan anak-anak. Mereka menjadi senang berlama-lama di pelataran dan lingkungan tempat tinggal keluarga pendidik ini.

Untuk melampiaskan dendamnya dengan dunia pendidikan, Masturoh menyempatkan diri meluangkan waktu untuk mengajar di tempat tinggalnya. Tepatnya belajar bagaimana cara mengajar yang baik dan benar. Meski hanya mengajarkan cara membaca dan menulis al Quran. Namun baginya menjadi pengalaman yang sangat berharga. Pengalamannya dengan anak-anak menjadi modal awal. Ketika saatnya harus benar-benar mengajar di kelas. Semua itu akan menjadi pengalaman yang sangat berharga di masa-masa yang akan datang.

“Menjadi ilmuwan yang menguasai masalah makro dan mikro,” Mastufah nyeletuk. Baginya ilmuwan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap diri dan masyarakat. Ilmuwan mampu mengembangkan diri sepanjang masa.

Dalam kondisi apapun ilmuwan akan tampil sebagai sosok yang memberikan dukungan kepada masyarakat. Apapun ilmu yang ditekuni dan seberapa besar ilmu yang dikuasai akan tetap berguna.(bersambung)

About redaksi

Check Also

RKP Desa Sukoharjo Tahun Anggaran 2021 Disahkan.

Sukoharjo, Koranpelita.com Tahapan tahapan rancangan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa Sukoharjo setelah diadakan Pertemuan Pembentukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *