Home / KEMAT / 6 Empu Langka dalam Sejarah Pakerisan

6 Empu Langka dalam Sejarah Pakerisan

Empu adalah seorang tokoh penting di balik terciptanya sebilah keris. Ia bukan orang sembarangan, karena harus memiliki trah atau garis keturunan empu. Selain itu, juga wajib memiliki pengetahuan spiritual yang tinggi. Empu inilah yang membuat sebilah keris menjadi sakti. Maka, berikut ini, beberapa empu yang pernah menggemparkan dunia perkerisan di masa silam.

BANYAK WIDE,  hidup jaman Pajajaran, ada yang menyebut namanya Ciung Wanara, hasil karyanya ganjanya tergolong panjang (ganja wuwung), guru meled juga panjang, sirah cecak membulat tetapi tepat bagian cocor meruncing kecil , besi keris hitam berkesan padat dan liat dan secara keseluruhan memberi kesan angker, wingit.

BANJURA,  seorang empu pada kerajaan Demak dan jarang tercatat dibuku, buatannya bentuk ganjanya datar, rata dan tipis, guru melednya kecil , sirah cicaknya panjang tetapi tidak sampai meruncing pada bagian ujung. Bilahnya sedang dan ramping seperti buatan EMPU Majapahit tetapi besinya memberi kesan kering berpori dan kurang tempaan, pamornya sederhana, kembang kacangnya ramping tetapi lingkarannya besar, blumbangannya berukuran dalam tapi sempit, sogokannya dangkal dan panjangnya cukup, secara keseluruhan memberi kesan wingit.

BEKEL JATI,  hidup di Tuban pada jaman Majapahit, tanda kerisnya Panjang bilah sedang, condong kedepan sehingga berkesan menunduk, lebar bilah dan ketebalannya cukup, bagian ganja agak sempit dibandingkan buatan Tuban lainnya dan termasuk ganja wuwung.

CARANG MUSTOPO,  hidup dijaman PAKU BUWONO IV, dikenal juga sebagai EMPU Kyai Mustopo, kerisnya dikenali sebagai berikut , ganja model Sebit Ron Tal, gulu meled sempit, buntut cicak model buntut urang, ukuran ganja seimbang dan serasi dengan panjang bilah. Bilah ramping dengan posisi agak merunduk, matang tempaan dan rapih, keris yang lurus rata rata lebih tebal dibandingkan yang luk. Pamornya sederhana berpenampilan tampan, sopan dan rapi menyenangkan.

GULING,  empu terkenal di zaman Mataram. Karya karyanya demikian indah. Tanda tandanya adalah, ukuran bilah lebih besar dari rata rata buatan Majapahit tapi lebih ramping, ganjanya melengkung, gulu melednya sempit sirah cecak berbentuk lonjong dan meruncing pada ujungnya, buntut urangnya berbentuk nguceng mati dan tidak pakai tunggakan, banyak keris karya Ki Empu Guling memakai Ganja Wulung.

KIAI GUNA,  sangat terkenal dan hidup di jaman penjajahan Belanda, tinggal di Magetan, Madiun. Kerisnya berukuran panjang dan besar dan pada umumnya berdapur lurus. Karena dari bahan baja maka keris Kyai Guna terkenal amat kuat dan dapat melubangi kepingan logam, sampai saat ini keris buatan Kyai Guna masih populer didaerah Madiun dan Ponorogo dan sekitarnya. Banyak diantaranya tidak memakai bahan pamor, orang Madiun dan Jawa Timur menyebutnya keris pamor waja. (kib)

About redaksi

Check Also

Mengenal Dalang Kebumen-15:Ki Bambang Cahyono, Dalang yang Budayawan

Keberadaan dalang di wilayah Kabupaten Kebumen tersebar merata dan nyaris di setiap kecamatan ada.  Seakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *