Home / Uncategorized / Wayahe nang Perpustakaan Nasional, Ini Aturane

Wayahe nang Perpustakaan Nasional, Ini Aturane

Perpustakaan Nasional, kembali dibuka. Tradisi kenormalan baru di tengah pandemik, mulai berlaku. Inilah usaha bersama menuju masyarakat yang aman, sehat, dan produktif di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Masyarakat luas, bisa memasuki Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan No 11 Jakarta Pusat dengan protocol Kesehatan yang ketat.

“Layanan Perpustakaan Nasional sudah buka kembali sejak 11 Juni 2020. Namun sesuai dengan aturan Tatanan Normal Baru di lingkungan Perpusnas, pemustaka (pengunjung perpustakaan) wajib mematuhi protokol kesehatan. Sejumlah rambu pembatasan telah dipasang,” kata Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, Rabu (17/6/2020).

Waktu layanan Perpusnas pada masa tatanan kenormalan baru mengalami perubahan. Semula layanan dibuka setiap hari, namun kini pelayanan hanya buka pada hari kerja (Senin-Jumat) mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB, sedangkan Sabtu-Minggu, hari libur nasional dan cuti bersama, Perpusnas tutup.

Perubahan jam layanan menyelaraskan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Semua pengunjung akan diperiksa suhunya sebelum memasuki perpustakaan dan mereka yang suhunya melebihi 37,3 derajat celcius tidak akan diizinkan masuk. Mereka akan diminta untuk menggunakan layanan online perpustakaan sebagai gantinya.

Perpustakaan Nasional ingin tetap melayani masyarakat dengan sepenuh hati meski protokol kesehatan wajib dipatuhi seluruh elemen, baik pustakawan dan pemustaka yang datang.

Berikut cuplikan videonya :

Hal yang harus diperhatikan ketika datang dan memanfaatkan layanan yang ada di Perpustakaan Nasional:

  1. Setiap masuk ke area Perpustakaan Nasional wajib menggunakan masker.
  2. Bagi pengendara mobil, motor maupun penjalan kaki wajib masuk ke dalam bilik disinfektan dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun selama 20 detik.
  3. Lakukan pemindaian Kode QR untuk bisa masuk ke dalam Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional. Karena saat ini, kapasitas pengunjung gedung fasilitas layanan Perpustakaan Nasional dibatasi 1.000 orang setiap masuk.
  4. Kode QR kunjungan bisa didapatkan melalui situs web: kunjungan.perpusnas.go.id.
  5. Setelah melakukan pemindaian, pemustaka bisa masuk ke Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas. Akses bagi pengendara mobil dan sepeda motor melalui basemen 1, sedangkan akses untuk pejalan kaki melalui pintu masuk Grha Literasi.
  6. Di tiap pintu masuk, suhu tubuh akan dicek oleh petugas.
  7. Selalu menjaga jarak minimal 1 meter antarpemustaka maupun dengan pustakawan/petugas perpustakaan.
  8. Wajib mengikuti rambu-rambu yang sudah ada saat menggunakan lift. Kapasitas lift maksimal 5 orang.
  9. Menggunakan sarung tangan yang diberikan pustakawan sebelum memanfaatkan koleksi.
  10. Mengembalikan koleksi yang digunakan di tempat yang telah ditentukan.
  11. Bagi yang akan meninggalkan harus melakukan check out kode QR di counter yang berada di Grha Literasi dan basemen dengan menyerahkan bukti cetak kode QR kepada petugas.

Syarif menjelaskan strategi baru ini dibuat untuk beradaptasi dengan masa kenormalan baru. Langkah tersebut dilakukan agar efektivitas pelayanan Perpusnas kembali berjalan.

“Kami menyusun strategi di masa kenormalan baru demi menunjang kembali pembukaan failitas layanan Perpustakaan Nasional untuk masyarakat umum,” tutupnya.(djo)

About redaksi

Check Also

KPDJ Langsung Gelar Family Gathering setelah Corona Reda

Kemarin, dengan protocol Kesehatan yang ketat, anak-anak Kulon Progo di Jakarta (KPDJ), menggelar pertemuan. Sejumlah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *