Home / PMD / Tradisi Ngrapyak Sendang Tuk Songo, Banyune ora tau asat.

Tradisi Ngrapyak Sendang Tuk Songo, Banyune ora tau asat.

Sendang Tuk Songo, salah satu sumber mata air yang tidak pernah habis airnya kapanpun juga, meski di musim kemarau, pada hari Jum’at 1 Maret 2019 diadakan acara rutin setiap tahun sekali yaitu Merti Dusun yang di selenggarakan di Sendang Tuk Songo, Pedukuhan Gondangan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo di katakan Mbah Ponikem warga setempat.

” Saben tahunipun ing papan mriki Sendang Tuk Songo di wontenaken adicara ngrapyak sendang, utawi merti dusun, sedoyo minangka atur panuwun dumateng Gusti Allah, awit sampun paring rejeki dateng umatipun.”

Sementara sejumlah warga menceritakan asal muasal Sendang Tuk Songo, tidak mengetahui secara pasti, dibawah pohon besar ada batu yang berbentuk belik, dikanan kiri batu muncul mata air yang jumlahnya ada sembilan.

Konon cerita warga ingin memperbaiki sumber sumber yang ada, yang akhirnya air tidak keluar, atas inisiatif warga di kembalikan seperti semula, dan air bisa keluar lagi, banyak diceritakan air tersebut sebagai kehidupan warga Gondangan.

Hal ini dibenarkan Kabul Kepala Desa Sidomulyo, Sendang Tuk Songo satu satunya mata air yang tidak pernah habis meskipun dimusim kemarau, dan menurut kepercayaan warga, air dari sendang tuk songo bisa membuat awet muda, namun itu semua Alloh Yang Kuasa.

” Untuk itu kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan tradisi ngrapyak sendang ini untuk diuri uri.” jelas Kabul ( yah )

About yadi haryadi

Check Also

BAGUNA PDI Perjuangan Kulon Progo cegah Covid-19 di enam titik

Pengasih, Kabarno.com – Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Kabupaten Kulon Progo pada Kamis, 26 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *