Home / KEMAT / Sinau Sumarah Saking Poro Simbah
Mbah Rusdi (ngagem kocomoto) kalih Mbah Kasah nglaras enjang wonten daleme Mbah Kemat.

Sinau Sumarah Saking Poro Simbah

Meniko ingkang ndamel bingah. Menurut data pemerintah, usia harapan hidup woten tlatah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk tinggi. Ugi wonten ing Kabupaten Kulon Progo. Ini bisa dilihat dari banyaknya orang tua atau kakek kakek dan nenek2 yang masih hidup.

Contoh ingkang nyoto, saget dipun panggihi ten Dusun Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih. Paling mboten, dugi dinten meniko, onten simbah ingkang gadhah yuswo 100. Asmanipun Mbah Kasan Marto kaleh Mbah Sono.

Simbah ingkang yuswanipun ngancik 90 tahun, injih meniko Mbah Pur kalih Mbah Rusdi. Di bawah dua simbah itu, masih banyak yang usianya mencapai 80 tahun lebih. Ada Mbah Parti, Mbah Kemat, Mbah Rusinem, Mbah Lasmi.

Pola hidup zaman mereka muda, tentulah sangat menentukan usianya yang panjang. Pola hidup sehat, ditambah dengan kehidupan yang penuh harmoni, sikap serba nrimo, serta menjalani hari-hari tanpa ambisi, membuat para simbah mampu melintasi generasi. Mereka, melewati setiap saat dengan sumarah.

“Yo wes marem le urip. Menangi zaman Londho, zaman Jepang, terus merdiko. Dilanjutke jaman Orde Lama, Orde Baru, lan Orde sak iki,” kata Mbah Rusdi yang lahir di tahun 1930 dengan kalimat dan ingatan yang masih sangat kuat.

Mbah Kasan Marto kemudian menambahi cerita tentang masa-masa sulit di zaman penjajahan. Simbah yang masih gagah ini, bahkan ikut berperang. Dalam usia 100 tahun, Mbah Kasan masih ingat semua peristiwa yang dilalui selama ikut perang.(priyo)

About redaksi

Check Also

Ini Keris Dhapur Mundharang, Elok & Magis

Seorang pecinta keris, melemparkan sebuah pertanyaan. Pertanyaan sederhana, sekadar melempar ide diskusi. Ini tentang keris …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *