Home / KEMAT / Ki Ageng Kebo Kenanga-3: Kebesarannya Abadi Hingga Kini

Ki Ageng Kebo Kenanga-3: Kebesarannya Abadi Hingga Kini

Sejarah hidup Ki Kebo Kenanga, tentu saja dimulai dari Prabu Brawijaya V. Dialah Raden Kertabhumi yang memperistri putri Champa. Nama permaisuri negeri Champa itu  Dewi Anarawati, seorang penganut Islam yang menurunkan Ratna Pembayun, ibunda Ki Ageng Kebo Kenongo dan Ki Ageng Kebo Kanigoro.

Dari garis darah itulah, banyak  yang menganggap bahwa Kebo Kenanga   adalah perawis sah tahta Majapahit, sehingga banyak yang secara bisu, mengharap ia naik ke tampuk kepemimpinan, tidak sekadar menjadi adipati Pengging.

Secara diam-diam pula, pengaruh Pengging, terus mengalir. Juga di Demak, yang dipimpim Sultan Jin Bun ya Raden Patah, keturunan Brawijaya V dari istrinya yang lain. Rasa cemas mengalir di tengah bangsawan Demak, yang merasa bahwa Pengging merupakan ancaman. Maka begitulah. Meski tidak terang-terangan, terjadi ketegangan yang nyata dirasakan Pengging dan Demak. Padahal Ki Ageng Pengging sendiri, bukan tipe priyagung yang haus kekuasaan. Sebaliknya, tidak banyak cita-cita politiknya, selain membuat rakyat banyak lebih sejahtera.

Di Kadipaten Pengging, yang terlihat menonjol adalah olah batin, serta olah ngelmu agama. Kekuatan yang disokong olah keprajuritan semakin surut, digantikan dengan mereka yang berburu ilmu non duniawi di bawah bimbingan Ki Ageng.

Sifatnya yang apolitik dan cenderung gemar memperdalam spiritualitas, semakin kental setelah berguru pada Syeh Siti Jenar. Tapi justru itulah yang membuat Demak semakin mencurigai posisi Pengging, sebagai ancaman yang serius. Ki Ageng dianggap bersekutu dengan Siti Janar, yang secara nyata ajarannya berseberangan dengan  Walisongo.

Bergabungnya Ki Ageng   dalam barisan Syeh Lemah Abang, seolah menjadi tabuhan bende yang memberi aba-aba para wali untuk menindaknya. Perkongsian Pengging dengan Siti Jenar adalah legitimasi politik untuk memusnahkannya.

Dan, benar. Pada akhirnya, Ki Ageng   dilenyapkan atas nama menegakkan kebenaran, selain menjadi bibit makar setelah penguasa Pengging benar-benar tak sudi menghadap Sultan Demak. Kebesaran Ki Ageng, hingga kini masih selalu menjadi perbincangan, meski tidak jarang bercampur dengan legenda.(kib)

About redaksi

Check Also

Mengenal Dalang Kebumen-15:Ki Bambang Cahyono, Dalang yang Budayawan

Keberadaan dalang di wilayah Kabupaten Kebumen tersebar merata dan nyaris di setiap kecamatan ada.  Seakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *