Home / KEMAT / Kembang Lampir-5: Pengabdian Kepada Leluhur

Kembang Lampir-5: Pengabdian Kepada Leluhur

Terlihat, Pak Tris di pos menunggu dengan senyuman. Sambil ngelaras sebatang rokok lintingan, pria 65 tahun itu, sedang menyimak wayangan di radio. Lakonnya, Wahyu Makutoromo, yang dibawakan dengan menarik oleh Ki Hadi Sugito, almarhum dalang kesayangan masyarakat Jogja.

“Nanti kalau bulan Suro, di sini ramai. Banyak orang datang. Kalau hari-hari biasa, ya hanya kadang-kadang ada yang mampir,” katanya, setelah menghembuskan asap pekat, menyebar aroma klembak-menyan, bumbu rokok lintingan yang khas.

Pak Tris adalah jurukunci yang paling muda, setelah Pak Pur dan Pak Sarjono yang paling sepuh. Mereka sudah sejak lama menjadi juru kunci, menuruskan para leluhur. Buat mereka, menjaga pertapaan leluhur Mataram, adalah pengabdian.

Diberi gelar keraton bagi ketiganya, jauh lebih mulia dari apapun. Pak Tris, bergelar Surakso Sekarsari. Pak Pur, Surakso Puspito. Sedang yang paling senior, Pak Sarjono mendapat gelar Surakso Cempokosari.

Hari-hari sibuk buat juru kunci, terjadi saat bulan Suro. Banyak peziarah yang bahkan bertirakatan dengan menginap. Terutama pada hari-hari tertentu seperti Jumat Kliwon, Jumat Legi, atau Minggu Legi.

Mereka yang datang, tentu saja, orang-orang yang masih menjaga keyakinan bahwa, di tempat-tempat keramat seperti Bang Lampir, bisa mencapai kekhusukan dalam berdialog dengan batinnya. Pak Pur, menandai, tidak hanya orang-orang desa yang kadang datang. Dari kota-kota besar, termasuk Jakarta, banyak yang datang.

Jadi, sebagai juru kunci, Pak Pur termasuk yang menganggap biasa, jika tiba-tiba saja ada pejabat Jakarta, minta ditemani melakukan ritual di Pacak Suci. Itu, menurutnya, bukan hanya sekali atau dua kali.

Tentang perlambang atau sasmita gaib, Pak Pur atau Surakso Puspito mengaku, banyak datang dari Kembang Lampir. Sebagai juru kunci, ia biasanya, diberi tanda-tanda tertentu, jika akan terjadi sesuatu. (bersambung)

About redaksi

Check Also

Ini Keris Singo Barong yang Mencorong

Orang mengenalnya dengan baik nama keris Singo Barong. Inilah istilah yang paling populer dan paling …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *