Home / KEMAT / Jika Keris Dibabar di Tengah Bazar

Jika Keris Dibabar di Tengah Bazar

Mewadahi para pecinta keris, penggiat budaya, serta pelestari tosan aji, peranan Perkumpulan Brajabumi, sangat besar. Ada kesadaran bahwa edukasi merupakan panggilan tak terelakkan sebagai perwujudan kecintaan pada salah satu bentuk budaya adiluhung itu.

Inilah yang membuat Brajabumi tak henti memanfaatkan berbagai kesempatan untuk melakukan edukasi pada publik mengenai berbagai hal terkait tosan aji. Salah satunya dilakukan dalam Pekan Raya Komunitas (PERAK) Kebumen yang diadakan di GOR Manunggal Gombong pada hari Sabtu, 6 April lalu.

Dalam kesempatan itu, tim Brajabumi yang dipimpin oleh Ki Setyo Budi menguraikan seluk beluk tosan aji. Antusiasme terlihat dari masyarakat dan pengunjung Pekan Raya ini dalam menyimak paparan tokoh-tokoh Brajabumi.

Bilah keris dan tombak yang dipajang dan aroma dupa yang menyeruak tidak lalu membuat suasana jadi seram mencekam. Pemandu acara, Ki Pekik Sat Siswanirmala mampu membawa suasana menjadi cair, informatif namun padat makna.

Satu hal yang cukup menarik adalah sebagian dari peserta diskusi justru dari kalangan anak muda. Bahkan tampak berberapa remaja putri duduk asyik mendengarkan uraian hingga akhir. Sesi tanya jawab pun menjadi menarik karena pertanyaan sangat mendasar dan tampak mewakili kelompok masyarakat yang awam terhadap dunia tosan aji.

Wahyu Purnomo, pemuda dari Kalitengah Gombong, misalnya. Dia menanyakan apakah setiap benda berbentuk keris bisa disebut tosan aji. Juga, apakah masyarakat awam yang berminat mengetahui lebih banyak tentang tosan aji dapat bergabung dengan Perkumpulan Brajabumi.

Salah satu peserta diskusi, Rocky Irawan mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, edukasi yang terus-menerus tentang tosan aji wajib dilakukan untuk meluruskan berbagai mispersepsi yang berkembang dalam masyarakat.

“Saat ini masih ada sebagian masyarakat yang menganggap tosan aji identik dengan klenik, dukun dan hal-hal yang dilarang agama. Dengan adanya sharing semacam ini persepsi positif tentang tosan aji dapat pelan-pelan terbangun,” jelas mantan penyiar radio ini.

Di temui di akhir acara, Ketua Umum Perkumpulan Brajabumi, Ki Setyo Budi mengungkapkan bahwa pihaknya membuka pintu untuk mereka yang ingin memahami lebih banyak hal terkait tosan aji. Tidak tertutup kemungkinan bagi Brajabumi untuk masuk ke lembaga pendidikan, karena harus diakui tosan aji merupakan produk budaya adiluhung yang layak dikenal oleh generasi muda.(*)

About redaksi

Check Also

Mengenal Dalang Kebumen-15:Ki Bambang Cahyono, Dalang yang Budayawan

Keberadaan dalang di wilayah Kabupaten Kebumen tersebar merata dan nyaris di setiap kecamatan ada.  Seakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *