Home / KANGBARNO / Cinta & Kesetiaan Tujuh Bidadari

Cinta & Kesetiaan Tujuh Bidadari

Ini cerita anak SMA zaman sekarang. Ditulis dengan gaya segar, kadang tidak mengindahkan EYD alias ejaan yang disempurnakan. Tapi justru dari sana, orisinilitas anak muda modern muncul: nyleneh, urakan, tapi mengena.

Pernah dimuat di sebuah koran ibukota dan dibukukan, Kabarno.com sengaja memuatnya secara bersambung, karena kisah-kisahnya tetap aktual. Juga untuk memberi pembanding bahwa di portal berita ini, ada tulisan-tulisan gaya anak milenial.

Tapi tentulah, tulisan yang tidak pakai pakem dan EYD itu, sudah melewati proses editing sehingga layak untuk disimak khalayak. Saat menjadi tulisan bersambung di koran ibukota, pembacanya lumayan banyak, meski barangkali teman-temannya di sekolah atau kawan-kawannya se-geng.

Meski ditulis anak milenial, berkisah tentang kehidupan zaman sekarang, ada benang merah yang tak berubah. Benang yang ditalikan oleh rasa cinta. Benar. Cerita cinta yang ditulis, yakinlah, tetap sama saja dengan cinta yang dirasakan generasi sebelum-sebelumnya. Hanya setting, gaya, serta idiom-idiomnya yang berbeda.

Judul aslinya CKTB, singkatan dari Cinta dan Kesetiaan Tujuh Biadadari. Penulisnya adalah L Ardhanareswari yang saat menulis kisah ini memang masih SMA. Jangan salah duga, ia adalah anak eksakta. Saat ini juga kuliah di FMIPA di Bali. Jadi, tunggu serialnya, hanya di Kabarno.com. (*)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *