Home / KEMAT / Bela Beli-22: Posdaya Beli Alfa Mart Dijadikan Tomira

Bela Beli-22: Posdaya Beli Alfa Mart Dijadikan Tomira

Posdaya menjadi ajang pembelajaran bagi semua lapisan masyarakat. Ada masyarakat miskin, masyarakat kaya dan kelompok masyarakat yang tergabung dalam koperasi.

Posdaya yang memiliki kemampuan sehingga menjadi besar, maju dan mandiri dapat mengembangkan usahanya secara lebih modern. Warung Posdaya yang dibentuk anggotanya untuk memenuhi kebutuhan warga dapat memajukan usaha dengan membentuk pusat kulakan sebagai tempat yang menyediakan dan memenuhi kebutuhan Warung Posdaya.

Warung Posdaya, Pusat Kulakan Posdaya dan Koperasi Posdaya dapat  menjalin kemitraan dengan Alfamart untuk lebih memodernisasi usahanya.  Ada mitra kulakan bersama koperasi yang sudah bagus beli Aflamart peningkatan. Jarak antara satu Alfamart dan lainnya kurang satu kilometer kita beli Alfamar jadi Toko Milik Rakyat (Tomira).

Alfamart yang sudah dibeli, seluruhnya berubah menjadi Tomira.  Posdaya yang sudah mampu juga dapat membeli Alafamar sehingga produk Posdaya ada di dalamnya. Tomira produk lokal sehingga harus memasarkan produk di sekitarnya, termasuk produk hasil anggota Posdaya. Hari ini semua pihak harus berpikir pasar, Posdaya memberi kejuatan besar jadi produsen di negeri sendiri. Sebab ideologi jadi panglima   besar untuk menguasai pasar di tengah persaingan global yang membutuhkan dukungan semua pihak.

Produk Posdaya yang sudah layak jual berada dalam Tomira, meski persentasenya belum banyak, namun memberi kesempatan kepada produsen anggota Posdaya  untuk menampilkan produknya. Berangsur-angsur produsen Posdaya akan memperbaiki kualitas  sehingga tampilan produknya menjadi lebih baik.

Selain karena berdampingan dengan produk pabrikan juga tampil di antara produk modern memerlukan kualitas yang lebih baik.  Bukan saja kualitas isi, melainkan kemasan, persyaratan izin peredaran yang ditandai dengan kelayakan dan keamanan bahan makanan dan penggunaan bahan yang diizinkan sebagai produk  makanan.

Anggota Posdaya harus terus-menerus belajar untuk meningkatkan kualitas produknya.  Apalagi menghadapi era persaingan di MEA, kualitas produk menjadi pertimbangan utama untuk mencapai kemenangan di pasaran.

Meningkatkan kualitas produk dapat dilakukan dengan melihat produk sejenis. Dengan membandingkan produk yang sama akan  terdapat gambaran bagaimana merancang produksi di masa depan. Selain itu dapat juga melalui peningkatan kapasitas produksi. Semakin banyak menghasilkan produk, akan semakin efisien sehingga penetapan harga lebih murah sehingga barangnya dapat bersaing di pasaran. Beban yang harus ditanggung menjadi lebih ringan sehingga mengurangi biaya produksi secara keseluruhan.

Posdaya membeli Alfamart dan menjadikan Tomira sebagai proses pembelajaran bagi anggotanya, terutama menghadapi era pasar bebas ASEAN.  Menghadapi MEA tidak ada jalan lain kecuali menggunakan produk sendiri.  Harapan saya Posdaya berhasil menghadapi MEA memasukkan ideologi, jangan makan  di foodcourt tapi makan di angkringan.(bersambung

About redaksi

Check Also

Mengenal Dalang Kebumen-15:Ki Bambang Cahyono, Dalang yang Budayawan

Keberadaan dalang di wilayah Kabupaten Kebumen tersebar merata dan nyaris di setiap kecamatan ada.  Seakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *