Home / MAF / Bela Beli-21: Kulon Progo Punya Cara Berdayakan Penduduk Miskin

Bela Beli-21: Kulon Progo Punya Cara Berdayakan Penduduk Miskin

Pendataan dan pemetaan keluarga miskin bermanfaat untuk mengintervensi penduduk miskin melalui berbagai program pemberdayaan.

Intervensi dalam bentuk program yang bermanfaat,  pendidikan dan latihan ketrampilan.  Dimulai dengan program pemagangan, pelatihan manajemen usaha dan upaya memandirikan masyarakat miskin.  Perlahan namun pasti masyarakat miskin akan terbiasa dengan pola usaha sehingga menjadi kebiasaan dan berkembang menjadi kebutuhan.

Setelah mampu berkarya, penduduk miskin akan memperoleh pembelajaran usaha sendiri. Dimulai dari usaha kecil-kecilan, terus mengikuti pelatihan dan pemasaran produk yang dihasilkan.

Setelah berkembang belajar mengelola manajemen yang sesuai dengan kebutuhan perbankan.  Penduduk miskin yang mulai memperoleh penghasilan akan belajar menabung dan berurusan dengan lembaga keuangan serta perbankan.

Saat yang sama penduduk miskin yang mulai memiliki penghasilan, mulai menabung dan berkenalan dengan perbankan belajar menggunakan dana perbankan untuk mengembangkan usahanya.  Peningkatan akan terjadi seiring dengan berkembangnya usaha,  manajemen usaha dan bantuan lembaga keuangan serta perbankan.

Kulon Progo memiliki ciri khas untuk memberdayakan penduduk miskin. Bukan program bantuan langsung yang berdampak negatif karena menjadikan penduduk miskin menjadi malas dan tetap dalam kemiskinan.

Bantuan langsung juga sering menimbulkan masalah di masyarakat, karena data BPS hasil Sesus Penduduk up date sering tertinggal dengan perkembangan penduduk riil di masyarakat.  Keluarga miskin sering tidak mendapatkan bantuan,  justru keluarga yang lebih mampu mendapatkan bantuan.

Masyarakat miskin keberatan dengan perlakuan yang menurutnya tidak adil, mereka melakukan protes sehingga aparat setempat sering mengambil kebijakan membagi rata bantuan untuk penduduk miskin.

Keluarga Asuh Keluarga Binangun (KAKB) yang khas Kulon Progo berbasis gotong royong. Setiap keluarga mampu menjadi pengasuh bagi keluarga miskin. Pendampingan diharapkan mampu meningkatkan keluarga miskin memperoleh dukungan pemberdayaan sehingga memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri menjadi keluarga yang berpenghasilan dan meningkatkan pendapatan bagi anggota keluarganya.

Posdaya berkembang seiring dinamika masyarakatnya, Posdaya berbasis KAKB menjadi wadah pemberdayaan. Dalam KAKB terdiri empat keluarga kaya, enam keluarga miskin dan satu keluarga miskin absolut.  Pemberdayaan diharapkan berlangsung berkesinambungan sehingga program pengentasan kemiskinan berhasil, penduduk miskin menjadi sangat minimal. (bersambung)

About redaksi

Check Also

Iki Loh Swasono nek Isuk-isuk Mlaku Nang Mbantul

Isuk tansah iseh adem. Srengenge durong ngetoke raine. dadi suasana iseh ketok peteng.  Ning, aku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *