Home / DWIDJO / Api Cinta (86): Perjuangan itu Sendiri sebuah Sikap

Api Cinta (86): Perjuangan itu Sendiri sebuah Sikap

Madsani berusaha meyakinkan istrinya. Perjuangan tidak akan sepi dari penderitaan bahkan tetesan air mata, bahkan tetesan darah yang terakhir.

“Perjuangan itu membutuhkan pengurbanan,” kata Madsani.

“Perjuangan itu membutuhkan tetesan air mata,”.

“Perjuangan itu membutuhkan tetesan darah,”.

“Perjuangan itu membutuhkan tenaga,”.

“Perjuangan itu membutuhkan uang,”.

“Perjuangan itu membutuhkan,”.

Bukankan para pejuang dulu melakukan dengan sepenuh hati, mengurbankan segala yang ada. Semua yang dimiliki didedikasikan untuk sebuah perjuangan untuk mewujudkan cita-cita yang diharapkan di masa depan.

Madsani berkeyakinan, untuk menjalani kehidupan membutuhkan perjuangan. Perjuangan itu tidak mudah, memerlukan latihan untuk sampai makna perjuangan yang sesungguhnya.  Perjuangan tidak akan pernah sepi dari tantangan dan hambatan. Lebih dari itu perjuangan membutuhkan tetesan air mata dan bahkan darah sebagai taruhannya.

Perjuangan harus diwujudkan, bahkan untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan juga. Di sana tidak akan sepi dari penderitaan, bahkan air mata. Jadi tidak perlu dipungkiri, perjuangan membutuhkan pengurbanan, bahkan pengurbanan yang tidak kecil, sangat mungkin pengurbanan itu sama besarnya dengan harapan dan cita-citanya.

Perjuangan memang bukan jalan lempang yang mulus tanpa onak dan duri. Perjuangan membutuhkan stamina prima, karena sangat mungkin perjuangan membutuhkan waktu panjang, sehingga perjuangan sangat melelahkan.

Kepada istrinya, Madsani meyakinkan anak mbareb harus memperoleh pendidikan yang cukup. Bukan saja pendidikan formal yang menjadi tuntutan kebutuhan dan perkembangan zaman, melainkan pendidikan kepribadian dan sikap dalam menghadapi berbagai permasalahan yang bakal dihadapi.

Bukan untuk memberikan hukuman, juga bukan untuk memberi pelajaran tanpa membimbingnya. Melainkan untuk memberikan kesadaran betapa penting namanya sebuah perjuangan. Sebuah nilai suci untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Memberikan pendidikan tidak harus dengan kata-kata, bisa dengan sikap dan tindakan nyata. Anak-anak akan berpikir bagaimana menghadapi kenyataan hidup yang tidak selalu sesuai dengan harapan. Seringkali bahkan kenyataan hidup berjauhan dengan cita-cita yang diidam-idamkan.

Perjuangan itu sendiri sebuah sikap, bagaimana menyikapi berbagai permasalahan yang dihadapi. Pilihan untuk berjuang juga sikap yang harus dihormati. Karena perjuangan membutuhkan pengurbanan yang tidak ringan. Sangat mungkin perjuangan membutuhkan pengurbanan yang sangat besar.

“Sudahlah mbokmu,”

“Biarlah, semua akan berlalu,”

“Semua akan kembali seperti apa adanya,”

“Paidi akan kembali seperti sedia kala dan itu membutuhkan waktu,” katanya. (bersambung)

About redaksi

Check Also

Manjakan Pelanggan Acer Rilis Empat Laptop di Acer Day 2020

Jakarta,Kabarno.com Acer selalu ingin dekat dan menjadi bagian dari keseharian pelanggan melalui aktifitas tahunan Acer …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *