Home / PMD / Tidak Bisa Ikut CPNS, Puluhan Tenaga Honorer Kulon Progo Sowan Pak Hasto

Tidak Bisa Ikut CPNS, Puluhan Tenaga Honorer Kulon Progo Sowan Pak Hasto

Sejak pagi, mereka membuat antrean panjang. Lama dan barangkali melelahkan. Tapi para tenaga honorer itu, tetap setia menanti giliran diterima Bupati Kulon Progo, dr Hasto Wardoyo, di Rumah Dinas Bupati pada pagi hari, tidak menjadikan masalah puluhan tenaga honorer tetap sowan Bupati, Kamis,  27 September 2018.

Para guru hororer ini sengaja sowan Pak Bupati dengan maksud menyampaikan kegelisahan karena pada tahun ini tidak bisa mengikuti  pendaftaran CPNS. Selain itu, juga merasa kurang diperhatikan oleh Pemerintah Pusat.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kulon Progo, Dra.Yuriyanti, MM, menjelaskan ada puluhan lebih tenaga yang datang ke rumah dinas. “Dari jumlah 123 tenaga honorer K2 di Kabupaten Kulon Progo, yang benar-benar memenuhi kriteria berdasarkan usia hanya dua,” jelasnya.

Kondisi itulah, menurut Yurianti, yang membuat tenaga honorer K2 yang tergabung dalam Forum K2 di Kabupaten Kulon Progo mengadu ke Bupati Kulon Progo. Diharapkan, bupati dapat meneruskan aspirasi kepada Kemen PAN RB RI, untuk menjadi bahan pertimbangan.

Sepuluh orang yang mewakili tenaga honorer itu,  sowan Pemerintah Kabupaten  Kulon Progo lewat Forum Kamis Pagi. Di Rumah Dinas Bupati, mereka diterima langsung Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), serta Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo Wiharso.

Saat berada di rumah dinas, Forum K2 didampingi  Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kulon Progo yang ikut menyampaikan kondisi tenaga honorer K2. Sementara yang ikut matur kepada Pak Bupati sebaai wakil Forum K2 adalah Sugeng Riyadi.

Sugeng menyampaikan permasalahan yang dihadapi para tenaga honorer K2 antara lain banyak yang tidak bisa ikut tes CPNS karena sudah melebihi batas usia. Untuk itu tenaga honorer berharap supaya pemberian kesejahteraan dibedakan berdasarkan lama pengabdian. Apalagi, masih ditambah  adanya rasa kekhawatiran tenaga honorer diganti CPNS yang baru.

“Saat ini tenaga honorer K2 di Indonesia merasa dianaktirikan. Tidak berkeadilan juga karena pendaftaran CPNS maksimal umur 35 tahun. Perkenankan Pak Bupati memberi dukungan berupa surat ke Kemen PAN RB yang isinya untuk mendukung tenaga honorer K2 jadi PNS dengan mempertimbangkan lamanya mengabdi,” harapnya.

Menanggapi permintaan ini, Bupati Kulon Progo siap memberikan dukungan dengan membuat surat ke Kemen PAN-RB, dan aspirasi ini sebagai dasarnya. “Aspirasi ini sebagai dasar ke Kemen PAN-RB. Aspirasi hari ini akan dituangkan dalam surat. Masing-masing OPD agar membuat surat pernyataan terlebih dahulu, bahwa 123 tenaga ini memang bekerja aktif, oleh karenanya perlu dibuat dalam Berita Acara, dan disampaikan ke Bupati,  semua dibuat dengan teliti dan dicek,” jelas dokter Hasto.

Tentang harapan perbaikan kesejahteraan agar digolongkan berdasarkan tingkat masa kerja, bupati akan berkerjasama dengan Dinas Pendidikan  mempelajari terlebih dahulu aturan dan mempertimbangkannya.

Dengan adanya pendaftaran CPNS, Yuriyanti berharap tenaga honorer tidak perlu khawatir, karena kebutuhan tenaga masih banyak. Saat ini ada kebutuhan 416 PNS, dan tiap tahun ada 340 yang pensiun. (yad)

About redaksi

Check Also

Bebas denda pajak PKB dan BBNKB diperpanjang hingga Desember 2020

Wates, Kabarno.com – Mendasar Peraturan Gubernur nomor 82 tahun 2020 tertanggal 21 september 2020, bahwa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *