Home / PMD / Suka-duka Pengepul Kulit Tahunan

Suka-duka Pengepul Kulit Tahunan

Mereka adalah pengepul kulit. Kerjanya setahun sekali. Jadi rejeki yang didapat juga hanya saben tahun. Itu jika sedang tidak apes, kalau pas apes ya tekor.

“Namun pekerjaan kalau untung ya lumayan. Sudah enam tahun ini jadi pengepul kulit, kerjanya setiap hari raya Idhul Adha,” kata Iwan Mahendra pengepul kulit tahunan.

Pria berusia 36 tahun ini mengaku, tidak mudah jadi pengepul kulit. “Ngrekoso Mas, kudu sabar dene wekdalipun dados pengepul kulit mendo lan lembu puniko namung setunggal setahun sepisan, saking tabuh 09.00 wib kulo adang adang ing pinggir margi puniko,” jelasnya.

Iwan yang biasa dipanggil Dongso adalah warga Sideman Giripeni Wates. Ia bekerja ditemani dua orang, semua sama-sama mencari rejeki dari pagi jam 09.00 wib sampai 17.00 WIB. Sepanjang hari mereka berada di pinggir jalan raya, menanti datangnya orang yang ingin menjual kulit kambing maupun kulit sapi. Keuntungan, Iwan bercerita, hanya sekitar Rp. 1000 tiap kilonya.

Jerih payah Itu, tetap dilakoni demi sesuap nasi. Hari kerjanya sebagai pengepul hanya dua hari, hari ini Rabu 22 Agustus dan besuk Kamis 23 Agustus 2018. Hari ini mereka mendapat dagangan 500 lembar, baik kulit kambing ataupun kulit sapi. Dagangan itu langsung dijual ke pedagang yang lebih besar. (yad)

About redaksi

Check Also

Warga Polodadi Kulur Temon terapkan Tatanan Kehidupan Baru

Temon, Kabarno.com – Guna pencegahan penyebaran virus Covid-19 di wilayah Kulur, Temon, Kulon Progo di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *