Home / KANGBARNO / Saat Mbah Amat Dijajake…

Saat Mbah Amat Dijajake…

Yang membahagiakan dalam sebuah pertemanan adalah ketika diajak jajan. Ya, itulah saat membahagiakan, soalnya mbah Amat kalau bepergian selalu tidak disangoni, karena keterbatasan ekonomi dan keuangan. Tentu sangat bahagia jika temannya ngajak jajan. Sebuah peristiwa istimewa.

“Wis gek milih, apa yang disenengi, aja kawatir engko tak bayari” ujar Ki Bawang. Mbah amat tersentak, gembira, haru, bercampur bahagia. Diamatinya beberapa dagangan yang terpampang.

Coba kalau ajakan jajan itu dilakukan 30 atau 40  tahun tentu akan dilahapnya semua jajanan dan makanan. Sebut saja Sate, Tongseng, Gulai Kambing, Kikil, Lelung (Gulai Balung), Bakmi godhog, bakmi goreng, bakmi nyemek, Ayam goreng, Ayam Panggang, Ayam Kremes, Sate Usus. Soto jerohan, Soto Sapi, dan sebangsanya

Aneka mimuman seperti wedang Gula Batu, yang ginasthel (legi, panas dan kental) atau susu jahe, soda gembira, minuman bersoda dan aneka hidangan lainya.

Tentu semua akan dilahab oleh mbah Amat. Tawaran jajan yang menarik hati . Namun sayang, tawaran jajan itu adalah dilakukan untuk saat ini ketika mbah Amat dan Ki Bawang sudah memasuki usia lanjut. Ketika sudah tua tentu sudah tidak butuh lagi makanan untuk pertumbuhan. Ketika sudah saat se tua ini banyak makanan yang harus tidak boleh ada kolesterol, tidak boleh bersantan, tidak boleh berminyak, harus higienis, harus stiril dan bla..bla…bla…

Apa lagi tawaran pada hari ini adalah tawaran basa-basi yang, yang dilakukan ketika ekonomi kita sudah mapan, keuangan kita sudah mampu, sudah mampu membeli sendiri-sendiri. Namun itulah rahasia ilahi disaat kita pingin banyak makan, kita tidak mampu, namun setelah kita mampu membeli, kita dianjurkan untuk mengurangi nafsu makan kita, agar kita bisa menjaga kesehatan.

“Sido ora? Malah ngalamun,” tanya Ki Bawang. Mbah Amat tersentak kaget. Lamunanya tentang masalalunya buyar. Ia teringat tawaran Ki Bawang untuk segera memilih jajanan yang ditawarkannya.

Namun mbah Amat masih ragu, Ia harus mengambil keputusan cepat sebelum kesempatan yang diberikan Ki Bawang di anulir. Maka diambilnya sebuah botol minuman air lokal Kulon Progo, sebagai bentuk rasa bangga produk lokal, dan sekaligus mengimplementasikan semangant Bela dan Beli Kulon Progo. Airku. (stmj)

 

About susilo -

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

One comment

  1. trahkertadjaja

    Ngombe banyu anyep kg yo bangga to pak stmj.enak banyu degan.seger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *