Home / KANGBARNO / Ngarso Dalem Menyebut Perantau DIY sebagai Diaspora yang Penting

Ngarso Dalem Menyebut Perantau DIY sebagai Diaspora yang Penting

Ngarso Dalem Menyebut Perantau DIY sebagai Diaspora yang Penting Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwana X, memberi catatan khusus bahwa masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di perantauan sebagai diaspora yang penting.

Dalam perkembangan glohalisasi diaspora adalah kekuatan sangat besar. Memiliki potensi ekonomi yang kuat untuk ikut membangun DIY.

Para diaspora inilah yang menghidupkan tradisi pulang kampung sebagai kebutuhan spiritual. Inilah media untuk menyamhungkan diri dengan asal-usul. Sehingga pulang kampung tidak membutuhkan ajakan.

“Seperti rumput yang akarnya kuat saling berkaitan. Tidak seperti pohon beringin yang sentralistik,” jelas Ngarso Dalem dalam sambutanjya.

Selain memberi Catatan tentang para perantau, Ngarso Dalem yang juga Gubernur DIY, juga berkisah tentang pembangunan di wilayah Jogjakarta.

“Saya membayangkan produk lokal mempujyai terminal hasil Bumi yang akan disebar secara Nasional dan dunia,” ungkapnya.

Sebelum Ngarso Dalem menberikan arahan, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo memberi kata sambutan mewakili para bupati di lingkungan DIY. “Kita pantas menghaturkan terima kasih kepada Ngarso Dalem yang sungguh-sungguh membimbing masyarakat DIY, termasuk mengarahkan seluruh pembangunan yang pesat di sebuah Kabupaten di Jogjakarta,” ungkap dokter Hasto.

Karena pesatnya pembangunan, tambah Bupati Kulon Progo, sekarang ini Gunung Kidul lebih macet kalau akhir pekan. “Di Kulon Progo sendiri masyarakat juga bangga memiliki Bandara international. Saya kalau sudah sampai Temon kemudian masuk Bandara YIA, sudah seperti berapa di Singapura,” kata pak bupati.

Setelah arahan Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwana X dan sambutan Bupati Kulon Progo, syaawal bersama masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jakarta, bertambah meriah.

Panti Prajurit Balai Sudirman penuh sesak oleh masyarakat dari Kulon Progo, Bantul, Sleman, Gunung Kidul, dan Kodya Yogyakarta. Terlihat sudah sejak pagi, semua kursi sudah terisi.

Ngarso Dalem dan Kanjeng Ratu Hemas, rawuh pada setengah sebelas diiringi Sri Paduka Pakualam serta para pejabat dan bupati di wilayah DIY.

Tidak lama, setelah Ngarso Dalem Sri Sultan lenggah di barisan paling depan, para pengurus Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP) membuka acara dengan panembromo.

Suasana terasa khidmad saat Dalang Ki Bagas Giyanto membuka dengan suluk yang sakral. (kib)

About redaksi

Check Also

Ke Belitung NKS Membayangkan Kopi Menoreh

Tulisan ini sebagai pengobat rindu, setelah seminggu tidak bertemu Sedulur NKS. Tulisan tentang Belitung. Negeri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *