Home / KANGBARNO / MOTIF BATIK CIPRAT, MOTIF BARU DARI GIRIPENI WATES
dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG.(K)

MOTIF BATIK CIPRAT, MOTIF BARU DARI GIRIPENI WATES

Safari Jumat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, di Masjid Nurul Islam, Dobangsan Giripeni, Wates, tadi siang, 20 Juli 2018, terasa istimewa. Sebab, Bupati Kulon Progo dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG(K),  melaunching motif batik baru dari Giripeni, Wates.

Motif baru tersebut merupakan karya para disabilitas yang tergabung dalam KSM Giri Kasih, Giripeni wates. Launcihng motif Batik Ciprat ditandai dengan menandatangani prasasti peresmian. Selain melaunching Motif Batik Baru , bupati juga menandatangani prasasti menara Masjid Nurul Islam Dobangsan, Giripeni, Wates.

 

Untung Suharjo, takmir masjid Nurul Islam menyampaikan bahwa filosofi menara masjid adala lima lantai. Lantai pertama menggambarkan jamaah sholat Magrib,  lantai ke dua menggambarkan sholat ‘Isyak, subuh, dzuhur dan ‘ashar. “filosofi tersebut menggambarkan banyaknya jamaah sholat wajib yang pada waktu sholat magrib mencapai jamaah terbanyak sedangkan karena kesibukan, jamaah sholat ‘ashar yang pang sedikit,” Jelas Untung Suharjo.

Lebih lanjut takmir masjid menyampaikan bahwa nantinya menara akan dibuat tangga berjumlah 99 yang mengambil filosofi 99 nama asma’ul husna. Sedangkan tinggi menara mencapai 17 meter yang merupakan filosofi dari jumlah rakaat sholat wajib yang berjumlah 17 rakaat.

Dalam sambutannya bupati Kulon Progo meng apresiasi gigihnya warga Dobangsan Giripeni yang telah berusaha membangun masjid yang sangat bagus. Sedangkan masijid Agung pemerintah Kulon  Progo masih belum membangun menara, masih dalam bentuk rencana.

 

“Bisa jadi besok menara masjid Agung Kulon Progo akan meniru menara masjid Nurul Islam ini.” Ungkap bupati.

Sementara itu Kepala desa Giripeni Priyanti menyampaikan harapan kepada bupati agar pemerintah daerah membantu pemasaran batik ciprat karya disabilitas dari Giripeni.(tam)

About susilo -

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *