Home / Uncategorized / Monggo, Ndalu Meniko Ngunjuk Rempah Merah Wonten ing Merti Dusun Sogan

Monggo, Ndalu Meniko Ngunjuk Rempah Merah Wonten ing Merti Dusun Sogan

Mbengi iki, Wargo Deso Sogan, Wates, Kulon Progo, ngumpul nang Baledeso. Ratusan orang bahkan sudah datang sejak selepas petang. Mereka berduyun-duyun meninggalkan rumah, untuk ikut merayakan Merti Deso, malam Ahad, 6 Oktober 2018.

Mbale Deso Sogan yang biasanya hanya ramai di siang hari, berubah menjadi riuh-rendah. Wayangan semalam suntuk digelar, dengan dalang kondang Ki Ngadi Hadi Widodo dari tlatah Purworejo, Jawa Tengah.

Lakon Tumuring Wahyu Catur dipilih untuk dibabar malam ini. Agak kurang populer memang lakon ini, tapi sengaja diusung karena memiliki nilai filosofi yang tinggi.

Selain masyarakat luas, merti deso di Desa Sogan juga dihadiri pejabat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Salah satunya adalah Kepala Dinas PMD Dalduk KB, Sudarmanto yang terlihat sangat antusias mengikuti wayangan.

Sekretaris Umum Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP). Agus Triantara juga menghadiri acara tahunan ini. “Saya bangga bisa hadir dalam merti desa Sogan ini. Apalagi, sudah dimulai tradisi ngunjuk Rempah Merah yang menjadi rekomendasi Bakor PKP untuk pemerintah kabupaten Kulon Progo,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Agus Triantara juga menyampaikan bahwa masyarakat Sogan adalah penyokong utama eksistensi Bakor PKP. Sebab, masyarakat Sogan di perantauan yang tergabung dalam Manunggaling Warga Sogan (Mawas) termasuk paguyuban tertua yang ikut mendirikan Bakor PKP.

“Masyarakat Sogan selalu aktif di perantauan. Juga ketika Bakor PKP menggelar rapat kerja 22-23 September lalu. Oleh karena itu, saya mewakili teman-teman Bakor PKP mengucapkan terima kasih kepada Pauguyuban Mawas,” ungkapnya.

Suasana sudah terasa meriah, sejak sore hari. Tidak hanya warga Sogan yang ikut bergembira, tapi juga warga Sogan yang ada di perantauan. Termasuk Agus Saharjo, perantau dari Jakarta. Menurut Agus Saharjo, sebagai orang Sogan ia seperti selalu terpanggil untuk pulang setiap merti deso. “Ini sudah menjadi kebiasaan setiap tahun. Jadi ya harus pulang. Apalagi warga Sogan di Sogan dengan yang di perantauan, cukup baik,” kata Pak Agus yang juga pengurus Mawas di Jabodetabek.

Merti Deso Sogan semakin gayeng karena suguhannya dilengkapi minuman Rempah Merah. “Kami sengaja mengganti minuman untuk semua tetamu dengan Rempah Merah karena ini adalah tradisi leluhur yang harus diuri-uri. Sudah agak ditinggalkan, oleh karena itu ingin kita hidupkan lagi,” jelas Agus Saharjo tetang keinginannya membangkitkan kembali tradisi minum Rempah Merah yang di zaman lampau biasa disebut wedang secang.

Sebelum Rempah Merah dihidangkan, Agus Triantara menyaksikan penyerahan racikan wedang warisan leluhur itu secara simbolis kepada Bupati Kulon Progo yang diwakili oleh Sudarmanto. Penyerahan simbolik ini dilakukan oleh Siti rupingah, pengracik wedang uwuh didampingi petani bahan baku rempah serta distributor.

Tradisi minum Rempah Merah memang menjadi program utama Bakor PKP yang akan menjadi gerakan massal. Gerakan ini, kelak akan mampu mengangkat perekonomian masyarakat Kulon Progo, karena tradisi ini bisa menyerap tenaga kerja yang banyak mulai dari hulu hingga hilir.

“Tradisi minum Rempah Merah ini akan menjadi salah satu rekomendasi Bakor PKP untuk Pemkab Kulon Progo. Mudah-mudahan bisa menjadi tradisi masyarakat Kulon Progo, karena ini adalah warisan nenek-moyang kita yang harus dilestarikan,” demikian kata Agus Saharjo juga juga pengurus Bakor PKP.

Rempah Merah yang disajikan malam ini dalam event merti deso Desa Sogan adalah produksi para pengrajin minuman tradisional di daerah Pengasih. Semua dibuat secara alami, tidak ada campur tangan mesin sama sekali, sehingga khasiatnya jauh lebih alami. 

Rempah merah yang dimaksud adalah minuman yang berbahan rempah dan berwarna merah. Termasuk minuman seperti wedang uwuh, wedang secang, wedang jahe merah  wedang rosela, dan sebagainya.

Lalu mengapa harus rempah merah? Menurut Agus Triantara, ada argumentasi historis, sosiologis, dan ideologis yang diusung oleh Bakor PKP. “Direncanakan dalam waktu dekat, Bakor PKP akan menggelar bedah konsep Sesaba Kulon Progo atau Seruan Sadar Bangun Kulon Progo dan tradisi Minum Rempah Merah usai perhelatan akbar HUT Kab Kulon Progo,” jelasnya.(kib)

About redaksi

Check Also

Mau Bengi Daleme Mbah Tukijan gedek kobong entek entekan

Satu unit rumah milik Tukijan, warga Pedukuhan Gegunung, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *