Home / KANGBARNO / Mirsani Hajat Ageng Trah Amat Danom ing Tlatah Cacaban Tegal

Mirsani Hajat Ageng Trah Amat Danom ing Tlatah Cacaban Tegal

Trah Amat Danom gadah hajat ndaupaaken  salah satunggalipun buyut dalam. Dinetenipun Ngat Pahing, 9 September 2018, utawi 28 Dzul Hijjah 1439, utawi 28 Besar 1951. Tahunipun, tahun Dal, wuku Wugu, mongso Katigo. Manggen wonten tlatah Cacaban, Penujah, Kedung Banteng, Tegal, Jawa Tengah.  

Buyut Mbah Damon yang kali ini polokromo adalah Arif Cahaya Herdiyanto. Sedang memepelai wanitanya, putri asli saking Tegal, Erli Ermawati. Mas Afif adalah putro dalem Pak Atok. Nah Pak Atok meniko putro Mbah Sukiman-Mbah Sriatun.Mbah Sukiman meniko putro Mbah Amat Danom.

Inilah untuk pertama kalinya, Pak Atok mantu. Jadi tetamu mengalir dari banyak tempat. Ada rombongan lima mobil dari Jakarta, lalu datang pula rombongan dari Dusun Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DIY yang merupkan tanah pusaka warisan Mbah Danom. Lalu, ada juga rombongan dari Kediri, Jawa Timur.

Menurut Romidi Jamil, Trah Amat Danom memang trah yang besar. Jika berkumpul mulai dari anak-putu-buyut-canggah, bisa mencapai 200an orang. Kemarin yang datang ke Tegal hanya sedikit, kurang dari sepertiganya. “Tapi sudah mewakili semua,” tegasnya.

Cucu tertua Mbah Amat Danom, juga rawuh. Namanya, Mak Maryam. Lalu ada juga Mak Inem, adiknya Mak Maryam. Jadi suasananya seperti reuni keluarga yang gayeng. Selain itu, poro krandah semua juga hadir.

“Mbah Danom ikut peputro enem. Sastro Suwito alias Sugimin,  Wakem, Sukiman, Rono Sentono, Wadiyem, Wagimin. Inging sampung ditimbali Gusti Allah Mbah Sugimin, Mbah Sukiman, lan Mbah Wagimin. Nah, nakmas Afif meniko wayahipun Mbah Sugiman,” jelas Kang Rom yang ahli silsilah Mbah Danom.

Meski masih ada tiga lagi yang masih sugeng, namun poro pini sepuh, menurut Kang Rom, tidak bisa rawuh. Apalagi ke tempat yang jauh seperti di Cacaban Tegal yang dekat dengan waduk tua yang dibangun Bung Karno, Waduk Cacaban.

“Tamu-tamu dari luar trah lansung Amat Danom juga rawun. Masih ada hubungan kerabat tapi dari trah yang lain. Misalnya saja Bu Mijem atau di dusun Njombokan populer dengan sebutan Mbah Minthuk, seorang pengusaha mie ayam yang sukses. Terus ada juga Bu Yadiyah, pedagang kelontok yang juga sukses. Wakil trah dari Kediri Jawa Timur juga rawuh,” tambahnya.

Suasana gayeng terus terjadi hingga malam. Apalagi ada disiapkan panggung hiburan dari artis-artis lokal. Teh Botol Sosro sepertinya, ikut memberikan dukungan penuh pada hajat ageng Trah Amat Danom kali ini.(rom)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *