Home / KANGBARNO / Lagi, Bupati Kulon Progo dapat Penghargaan

Lagi, Bupati Kulon Progo dapat Penghargaan

Satu lagi penghargaan diraih Bupati Kulon Progo dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K). Kali ini  penghargaan dari Badan Standardisasi Nasional berupa Medali Tokoh Standardisasi Nasional Tahun 2018.

Ini adalah buah kerja keras pak bupati, karena penghargaan tinggi ini diberikan atas kontribusi dalam Pengembangan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK).

Kepala BSN Prof.Dr.Bambang Prasetya,M.Sc , memberikan Penghaan kepada Bupati Kulon Progo yang diwakili oleh Djoko Kus Hermanto, yang berlangsung di Ballroom Grand City, Surabaya, Kamis 25 Oktober 2018. Pada acara Puncak Bulan Mutu Nasional (BMN) 2018 dan seminar Kesiapan Surabaya dalam Menghadapi Revolusi Industri

Selain dr. H. Hasto Wardoyo,Sp.OG (K), para penerima penghargaan lainnya Pemerintah Pusat Airlangga Hartanto yang diwakili oleh Ngakan Timur Antara. Pemerintah Provinsi yang mendapat Ganjar Pranowo diwakili oleh Sekda Dr.Ir.Sri Puryono Karto Soedarmo,MP. Industriawan yang mendapat Alim Markus diwakili oleh Wibowo Soeryadinata. Media Massa yang mendapat Hery Trianto diwakili oleh Miftahul Ulum.

Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) di Indonesia telah dikembangkan secara terus menerus dalam rangka melindungi kepentingan Negara, keselamatan, keamanan, dan kesehatan warga Negara serta perlindungan flora, fauna dan pelestarian lingkungan hidup.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pengembangan SPK telah mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan yang turut secara aktif memajukan SPK di Indonesia. Dalam rangka terus meningkatkan pembinaan dan pengembangan standardisasi dan penilaian kesesuaian di tingkat nasional, BSN perlu memberikan penghargaan kepada individu maupun institusi yang dinilai sepatutnya memperoleh penghargaan yang setinggi-tingginya atas kontribusi dalam pengembangan Standrdisasi dan Penilaian Kesesuaian Nasional. (yad)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *