Home / KANGBARNO / Ki Setyo Budi, Bakal Calon Bupati Kebumen-9: Berkarib dengan Kiai Pujiman Ali Wonokromo

Ki Setyo Budi, Bakal Calon Bupati Kebumen-9: Berkarib dengan Kiai Pujiman Ali Wonokromo

Menelusur wilayah Kebumen bagian Utara, kita akan sampai di Desa Wonokromo, desa di perbukitan yang penuh dengan kedamaian.

Desa Wonokromo sendiri juga salah satu Desa di Kebumen yang cukup tersohor, selain kemajuan desanya, masyarakatnya yang sangat produktif. Baik yang di desa atau yang ada di perantauan. Di Desa Wonokromo ini pernah lahir tokoh kondang Kebumen. Beliau adalah Haji Buyar Winarso yang pernah menjadi  Bupati Kebumen .

Kedekatan Ki Setyo dengan Pak Buyar (panggilan akrab H. Buyar Winarso, SE ), tidak hanya karena kedinasan: saat itu, Ki Setyo Budi adalah menjadi Kepala Desa dan Pak Buyar sebagai Bupati Kebumen.

Hubungan yang dekat antara Ki Setyo dengan Pak Buyar, sudah terjalin jauh sebelum keduanya mengabdi di Kebumen. Sebab, sejak sama-sama merantau di Jakarta, keduanya sudah ditalikan oleh kesamaan perasaan. Sama-sama merasa sebagai perantau yang harus berbakti kepada Kebumen, tanah tumpah dara yang mereka cintai.

Kedekatan Ki Setyo dengan tlatah Wonokromo juga sudah terjalin jauh. Terutama, karena di wilaiah ini ada Kiai  Pujiman Ali. Tokoh besar itu merupakan Pendiri dan Pengasuh Majlis Ta’lim Kendil Wesi yang sekarang memiliki banyak santri dari berbagai penjuru di Kebumen.

Ki Setyo Budi dan Kiai Pujiman Ali adalah satu alumni di SMA N 1 Kebumen, keduanya memiliki ketertarikan yang sama di dunia spiritual. Hanya saja Ki Setyo banyak bergerak di Dunia Seni Budaya sementara Kiai Pujiman Ali sebagai Ulama. Namun ada hal yang tidak terpisahkan diantara keduanya, mereka sama sama gemar melestarikan budaya tosan aji Nusantara.

Dari Kiai Pujiman Ali ini Ki Setyo Budi banyak ngangsu kawruh tentang tataran syareat, torekot, marifat dan Hakekat dari segi Agama. Secara usia bisa jadi sepantar namun Ki Setyo Budi sangat ta’dim kepada Kiai Pujiman Ali.

Pertemuan rutin dilakukan setiap malam Sabtu Kliwon setiap bulannya. Masyarakat berbondong untuk menghadirinya. Melakukan Mujahadah, tafakur memohon keselamatan dan keridhoan kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.

Setelah bermujahadah tidak jarang acara dilanjutkan naik ke puncak bukit Indrakila dan ziarah ke makam leluhur seperti makam Syeh Kendil Wesi yang ada di wilayah itu juga.

Desa Wonokromo adalah desa inspirasi bagi Ki Setyo. Coba berkunjunglah kesana saat musim lebaran atau hari raya Idul Fitri tiba. Ada pemandangan yang sangat membuat kita ta’jub. Sebab  sepanjang mata memandang di jalanan desa berjejer mobil-mobil mewah dari berbagai kota besar di Indonesia.

Sebagian besar adalah mobil dengan plat nomor polisi Ibu Kota. Itu menunjukkan, tingkat kesuksesan masyarakat Winokromo di perantauan yang tinggi. Karena mobil-mobil mewah itu, milik  putra desa yang menuai sukses di kota besar.

Potensi besar terlihat, bila kita mampu menangkap sinyal ini tidak menutup kemungkinan akan bisa menjadi inspirasi bagi kemajuan Kabupaten Kebumen.

Keseriusan dan ketangguhan dalam berusaha dan bekerja putra putra desa Wonokromo patut di contoh. Keberhasilannya bukan diraih dengan serta merta namun dengan perjuangan yang sangat keras.

Ini adalah sumber daya yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Ketika mereka bisa bekerja dengan baik di kota lain. Kenapa tidak diberi kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan usahanya di daerah sendiri.

Rasanya sangat ironi ketika daerah sendiri memerlukan banyak SDM tangguh untuk memajukan daerah namun justru mereka harus pergi mencari yang mampu mengkaryakannya. Kondisi ini tidak hanya di desa Wonokromo namun nyaris di desa desa di wilayah Kebumen.(bersambung)

About redaksi

Check Also

Minggu Isuk, Omyon & Kiai Jenar Ngubal-ubal Memori Lawas

Pagi-pagi tadi, ada yang sangat mengejutkan. Benar-benar mengejutkan, karena tiba-tiba Kiai Jenar mengirim foto kenangan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *