Home / KANGBARNO / Ketemu Growol, Menu Ndeso Tombo Bronto

Ketemu Growol, Menu Ndeso Tombo Bronto

Pagi-pagi, dolan nang Pasar Njombokan. Setelah lama tak blusukan nang pasar, suasana masih sama seperti puluhan tahun silam. Hanya yang membedakan, dari depan, banyak wajah yang berubah. Sementara begitu masuk ke dalam pasar, keriuhan yang sama tetap terjaga.

Mencari suasana masa silam di pasar tradisional satu-satunya di Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo ini, memang agak-agak kecewa. Beberapa pedagang legendaris sudah tidak ada. Misalnya saja, bakul jamu yang di masa lalu, sangat mendominasi suaranya karena satu-satunya yang pakai pengeras suara.

Tukang cukur tradisional semakin minggir, malah hanya sesekali terlihat. Mereka telah tergantikan oleh tukang cukur modern yang mengambil lokasi strategis di tepian jalan. Tukang cukur modern ini, tentu saja lebih masa kini, semua serba elektrik. Buka setiap hari dan selalu ramai orang yang ingin potong rambut. Berbeda dengan cukur tradisional yang masih memakai gunting sorok.

Suasana yang dulu juga khas tapi kini terkikis adalah suara besi beradu besi. Ini adalah aktivitas legendaris dari para tukang pandai besi. Benar. Kala itu, kala masih sangat lampau, suara tukang pandai besi lengkap dengan percikan bara memerah adalah atraksi paling menakjubkan.

Nah, semakin menusuk ke jantung pasar, yang juga berubah adalah los-los pasar yang sudah serba baru. Hanya beberapa di pojokan masih ada tinggalan lama. Sementara di pinggiran sebelah timur dan utara bangunan bertembok mendominasi.

Pertigaan yang ke kiri mejuju Siluwok dan lurus menuju Nagung, juga berubah. Rumah Pak Nurdi sudah berganti rupa. Begitupun warungnya Mas Gun sudah berganti rupa. Juga warung milik Mbak Yud yang dulu kala sangat-sangat melegenda. Deretan rumah lawas di seberang pasar bagian kidul ndalan, masih bisa menghibur karena belum berubah semua.

Tapi okelah. Sekadar tombo bronto, mari mencari tempe benguk untuk teman makan cethot dan growol. Lumayan, masih ada yang setia membuatnya. Jadilah, menu ndeso ini bisa untuk obat rindu bagi perantau yang sedang pulang kampung.(kib)

About redaksi

Check Also

Menuju 16 Tahun Bakor PKP, Inilah Sejarah Ikabarata

Inilah Ikatan Keluarga Banaran Bantarjo (Ikabarata).  Salah satu paguyuban Kulon Progo yang memiliki anggota cukup …

One comment

  1. Bakul jamu wis kalah karo apotik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *