Home / PMD / Kebesaran Illahi Berbisik di Kaki Merapi

Kebesaran Illahi Berbisik di Kaki Merapi

Ada di kaki Merapi, Kaliadem adalah wilayah merah erupsi Merapi. Ini daerah paling berbahaya jika ‘Mbah Merapi’ sedang punya hajat buang isi perutnya. Tapi jika Merapi anteng, adem-ayem, Kaliladem menjadi tempat paling indah untuk melancong. Dan, hari-hari di libur panjang jelang pergantian tahun, daerah di ketinggian 1.100 mdpl itu, ramai.

“Ya kalau tidak sedang libur, mana bisa ke sini. Ini juga merloke sambil menghirup udara segar. Pemandangannya indah banget, membuat sehat badan dan pikiran,” kata PAT, wisatawan dari Jakarta yang membawa rombongan keluarganya.

Bagi tenaga ahli pengeboran minyak lepas pantai ini, menikmati liburan adalah kesemestian. Apalagi, ia memang asli Jogjakarta, sehingga seperti menikmati nostalgia yang menyenangkan. Dan, Kaliadem menjadi pilihan, karena namanya yang kondang serta selalu disebut-sebut semua orang, terutama jika Merapi sedang beraksi.

Kaliadem memang destinasi Merapi yang populer. Tempatnya indah, campuran pesona alam dan pesona gaib. Hamparan pasir dan batu-batu yang menyembul bekas letusan, adalah pemandangan yang ajaib. Datanglah di pagi hari, bila sedang cerah, Merapi akan terlihat begitu besar dengan kemegahan mistik.

Sangat banyak cerita di kaki Merapi. Sejak lampau, kehebatan letusannya, menjadi perbincangan. Misalnya saja, Merapi pernah ‘mengusir’ kerajaan kuno di Jawa Tengah kemudian pindah ke Jawa Timur. Merapi juga pernah mengubur Candi Borobudur yang tidak jauh dari jangkauan abunya.

Tapi lebih dari semua itu, Merapi seperti tak berhenti memberi bisikan betapa kekuatan Illahi tak terbantahkan. Maka melihat keagungan Merapi dari Kaliadem, jangan lupa bersyukur diberi kesempatan melihat sisi Kebesaran Illahi yang berbeda. (joy)

 

About redaksi

Check Also

Bebas denda pajak PKB dan BBNKB diperpanjang hingga Desember 2020

Wates, Kabarno.com – Mendasar Peraturan Gubernur nomor 82 tahun 2020 tertanggal 21 september 2020, bahwa …

One comment

  1. Selamat menikmati wisata alam, semoga menjadi liburan yang indah, jangan lupa jadah tempe nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *