Home / KANGBARNO / Jogjakarta Juara Pertama Lomba Paduan Suara Wanita Islam

Jogjakarta Juara Pertama Lomba Paduan Suara Wanita Islam

Kontingan Paduan Suara Wanita Islam Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi Juara Pertama, Lomba Paduan Suara Tingkat Nasional, dalam rangkaian perayaan Milad ke-56 Wanita Islam, di Jakarta, tadi pagi.

Paduan Suara Wanita Islam DIY menyisihkan, sedikitnya 10 peserta dari seluruh Indonesia. Digelar di Gedung Wanita Islam di Jl  Balai Rakyat 52 A, Duren Sawit, Jakarta Timur, paduan suara ini diikuti oleh Provinsi DKI Jakarta,  Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Riau, Bali, NTB, Kalimantan Barat, serta Selawesi Barat.

Selain Provinsi DIY yang memperoleh Juara I, berturut-turut juara lomba ini antara lain, Riau (Juarai II), Jawa Tengah (Juara III), Kalimantan Barat (Juara Harapan I), Jawa Barat (Juara Harapan II), dan Nusa Tenggara Barat sebagai Juara Harapaan III.

Dipimpin oleh Hj Yani Supriyani sebagai Ketua Kontingan, paduan suara ini membawa tidak kurang 22 orang. Mereka adalah, Sudjiarti, Ujiek Mujiati, Nuri Mahayati, Safitri, Surahmi, Situ Hibanah, Trias Anggasari, Suparyatingsih, Rr Istianah, Wahyuningsih, Wiwik Hartatik, One Sdarini, Suharti, Awal Pujiastuti, Triwik Wijayatri, ST Musalimah  IA,  Yati Supriyati, Purwantini, Muryati, Hilda, Nabila yang memainkan orgen, serta Kardi yang menjadi pelatih tim paduan suara.

“Alhamdulillah tim kami menang, setelah sebelumnya menang di tingkat Provinsi DIY. Persiapannya seperti biasa saja, latihan rutin,” kata Ujiek Mujiati, salah seorang anggota kontingen yang sehari-hari bertugas di Madrash Ibtidaiyah Negeri Sindutan, Temon, Kulon Progo.

Kontingen Ikatan Wanita Islam Indonesia Wilayah DIY ini, memang didukung penuh oleh Cabang Kulon Progo, sehingga sebagian besar peserta lomba berasal dari Kulon Progo. “Kami semua kebanyakan dari Kulon Progo. Yang dari Jogja hanya ibu Hilda dan Ibu Nabila,” tambah Ujiek.

Kemenangan kontingen Wanita Islam Wilayah Jogjakarta, seperti mengingatkan kembali peristiwa terbentuknya organisasi ini 56 tahun silam. Seperti diketahui, Wanita Islam dilahirkan di Jogjakarta, pada 29 April 1962, lewat musyawarah Badan Kesejahteraan Wanita Islam. (romidi)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *