Home / KANGBARNO / Wau Enjang, Adi Nur Astono Dilantik Dados Dukuh Jombokan

Wau Enjang, Adi Nur Astono Dilantik Dados Dukuh Jombokan

Pagi ini, Senin,  13 Mei 2019, Dusun Jombokan, Tawangsari, Pengasih,  Kulon Progo resmi mempunyai dukuh baru. Ia adalah Adi Nur Astono, Spd yang dilantik sebagai dukuh oleh Kepala Desa Tawangsari, R Sigit Susetyo, SE dalam suasana khidmad.

Adi Nur Astono menggantikan Sugiarto, Kepala Dukuh Jombokan yang berakhir masa jabatannya hari ini Senin,  13 Mei 2019. Pak Giarto termasuk dukuh senior di lingkungan Desa Tawangsari, sehingga banyak diteladani dukuh-dukuh muda.

Sementara Adi Nur Astono, seperti diketahui adalah peserta dari calon dukuh yang lolos seleksi tertulis yang dilaksanakan Pemerintah Desa Tawangsari.  Seleksi dilaksanakan pada tanggal 27 April 2019 yang lalu dengan empat calon dukuh yaitu Andi Setiawan, Adii Nur Astono, Spd, Umar Pinuji dan Ria Muqaromi.

Waktu itu, dari empat calon ada Andi Setiawan dan Adi Nur Astono, sama-sama mendapat nilai 67, sehingga dilakukan test untuk dua peserta tersebut. Dan, setelah dilaksanakan ujian tertulis kembali, Adi Nur Astono, mendapat nilai yang lebih tinggi dari Andi Setiawan. Jadi, setelah dilantik hari ini, Adi Nur Astono resmi menjadi kepala dukuh Jombokan.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Tawangsari  R.  Sigit Susetyo, SE disaksikan oleh Camat Pengasih, Aspiyah, serta jajaran Muspika, lembaga desa serta undangan yang hadir.  “Tantangan sebagai dukuh baru akan lebih komplit karena posisi desa Tawangsari sebagai penyangga Kecamatan Pengasih di dalam menyambut bandara di Kulon Progo,” kata pak Sigit saat memberikan sambutan.

Hal tersebut juga ditekankan untuk para perangkat desa yang lain. “Selamat  bertugas buat mas Adi Nur Astono dan terima kasih untuk bapak Sugiarto atas pegabdiannya ” tambah Sigit Susetyo, Kades Tawangsari yang gapyak.

Sedangkan Camat Pengasih, memberikan pean penting untuk dukuh baru agar melaksanakan tugas dengan baik. “Komitmen yang tinggi, belajar untuk melakukan tugas dengan baik,  adaptasi dengan masyarakat,” kata Bu Camat.

Sebagai camat, Aspiyah juga menegaskan agar dukuh baru mampu menyesuakan dengan kemajuan teknologi. Kuasai IT untuk mengikuti perkembangan pedukuhan. “Dan segeralah menikah,” kata Aspiyah yang langsung memuat suasana menjadi cair, karena memang Adi Nur Astono adalah satu-satunya dukuh yang masih lajang.(mas.koes88@gmail)

About redaksi

Check Also

Ndengerke Critone Kang Wowok Sinambi Melahap Pecel Bebek

Wengi ketok nyenyat, persis jaman ciliku. Koyo isih nganggo senthir. Naliko kuwi listrik awal-awal e …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *