Home / KANGBARNO / Eksistensi Bakor PKP dalam Nyadran Agung Kulon Progo

Eksistensi Bakor PKP dalam Nyadran Agung Kulon Progo

Ribuan orang, berkumpul di Alun-alun Wates. Sejak selepas siang, mereka mengenakan sorjan lengkap, membawa tenong berisi makanan untuk upacara nyadranan.

Menjelang sore, kirab gununga yang dikawal berbagai prajurit bregodo mulai dari Bregodo Satrio Menoreh hingga bregodo dari 12 kecamatan di Kulon Progo. Iring-iringan kirab dari Kantor DPRD Kulon Progo itu, juga diikuti oleh bregodo monconegoro yang terdiri dari pria dan wanita asing menggenakan busana Jawa lengkap.

Selain kirab gunungan, yang juga menarik dari Nyadran Agung Kabupaten Kulon Progo tahun 2018, adalah kehadiran para pengurus dan anggota Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP). Mereka datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Cilegon, dan Bandung.

Nyadran Agung, menjadi momentum pertama pengurus baru Bakor PKP ikut terlibat dalam kegiatan yang digelar Pemkab dan masyarakat Kulon Progo. Pada kesempatan itu, Ketua Umum Bakor PKP, Drs Haji Agus Riyanto, M.Pg ikut menyampaikan sambutannya.

“Awit saking kepengurusan Bakor PKP periode 2012-2017 sampun purna tugas, pramilo kagem nglajengaken lampahipun organisasi, sampun wonten pergantian pengurus periode 2018-2023. Alhamdulillah, pengurus baru meniko sampun dipun lantik tanggal 21 April 2018 wonten ing pendopo Anjungan DIY Taman Mini Indonesia Indah. Pelantikan dipunsekseni Sesepuh perantau, Bapak Profesor Doktor Bedjo Susanto, M.Pd soho Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, ibu Akhit Nuryati, SE,” jelas Agus dalam pidatonya di depan bupati dan pejabat daerah lainnya serta semua peserta Nyadran Agung.

Sebelumnya, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo juga memberikan ucapan selamat datang kembali kepada pengurus dan anggota Bakor PKP di kampung halaman. “Sugeng rawuh dumaten pengurus soho anggota Bakor PKP wonten tanah asli, kampung halaman,” kata Bupati Hasto Wardoyo.(kib)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *