Home / KANGBARNO / Nyadran Agung Ditutup dengan Berebut Gunungan

Nyadran Agung Ditutup dengan Berebut Gunungan

Puncak perayaan Nyadran Agung Kabupaten Kulon Progo, terjadi setelah Bupati Hasto Wardoyo memotong tumpeng gunungan. Setelah itu, semua gunungan langsung habis dirayah warga yang ingin mendapatkan keberkahan dari nyadranan.

Sebelum puncak acara, Bupati Kulon Progo sempat meminta doa agar sukses dalam presentasi di sidang umum PBB, pada 12 Mei nanti. Kulon Progo dipilih menjadi wakil Indonesia dalam forum Perserikatan Bangsa-bangsa, karena dinilai berhasil menanamkan semangat gotong-royong.

“Pada forum itu, alhamdulillah Kulon Progo ditunjuk pemerintah mewakili Indonesia untuk mempresentasikan soal gotong-royong. Ini adalah prestasi bagi masyarakat Kulon Progo yang masih nguri-uri kegotongroyongan. Sebab, tanpa pernah kita sadari, ternyata jiwa gotong-royong itu, dinilai oleh dunia,” jelasnya.

Sementara itu, setelah pidato Bupati Kulon Progo, Ketua Umum Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP) Drs Haji Agus Riyanto, M.Pg, menyampaikan paparannya. Tiga poin penting yang disampaikan adalah fungsi Bakor PKP: koordinasi, fasilitasi, dan rekomendasi.

“Bakor PKP ugi hanggadahi fungsi koordinasi. Injih meniko mengkoordinasi Sedoyo organisasi perantau kanthi sedoyo aspirasinipun sahinggo wargo perantau mboten kados buih wontening tengah samodero, ananging sampun wonten wadahipun injih meniko Bakor PKP,” kata Agus Riyanto.

Bakor PKP, tambahnya, juga memiiki fungsi fasilitasi. Intinya memfasilitasi hasrat berpartisipasi dalam pembangunan Kulon Progo. Terutama dalam memajukan, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

“Fungsi rekomendasi. Fungsi meniko saged dados coro ingkang efektif kagem nyaluraeen aspirasi warga peranta kanthi formal. Sahinggo, saget dipun tindaklanjuti pemerintah daerah,” jelas Ketua Umum Bakor PKP, Drs Haji Agus Riyanto, M.Pg.

Kulon Progo yang menurut Agus Riyanto akan menjadi kota besar (menyusul dibangunnya Bandara Internasional Nyi Ageng Serang) harus bisa memberi manfaat bagi warganya. “Kepareng matur dumateng sedhoyo pangarso projo, segeto menggalih kados pundhi caranipun mulyaaken wargo Kulon Progo. Dumaten poro wargo, ugio saget nyengkuyung sedoyo rencana lan program pemerintah daerah,” pungkasnya.

Setelah memberikan sambutan, Ketum Bakor PKP, menyerahkan buku profil Bakor PKP kepada pejabat Pemprov DIY yang mewakili Gubernur, kepada Bupati Kulon Progo, kepada Ketua DPRD Kulon Progo, serta pimpinan www.Kabarno.com yang dipercaya menjadi media resmi Bakor PKP.(kib)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *