Home / DWIDJO / Diskusi Terbuka Optimisme Penurunan Angka Kemiskinan

Diskusi Terbuka Optimisme Penurunan Angka Kemiskinan

Diskusi Terbuka Optimisme Persentase Penurunan jugan Angka Kemiskinan Nasional.

Diskusi diselenggarakanPemuda Pemudi Pemerhati Umat di Pesantren Mahmudah, Jalan Sejahtera no 17, Kemiling, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Ahad 28 Oktober 2018.

Hadir 100 santri Pesantren Mahmudah serta pesantren sekitarnya. Narasumberyang menyampaikan materi Habibul (Sekretaris PCNU Kota Bandar Lampung), Mas’ud Rivai (Kabid Humas BPS Provinsi Lampung), dan Sumarju Saeni (Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung).

Mas’ud Rivai mengatakan konsep kemiskinan berbeda-beda. Orde Baru, BKKBN mengkategorikan orang yang tidak beribadah termasuk kategori miskin. Saat ini, kemiskinan hanya berdasarkan kategori yang dikeluarkan BPS, yaitu masyarakat yang pendapatannya dibawah Rp 400.000 perbulan. Setiap tahun BPS mensurvey 300.000 responden rumah tangga.

UMP Lampung Rp 2.250.000 perbulan. Tahun 2009, Angka kemiskinan 32 juta jiwa atau 13.32% secara Nasional.

Per maret 2018 hanya 9,82% atau sekitar 25 juta jiwa. Ini merupakan prestasi karena belum pernah kita dibawah 10%.

Harus ditekankan lagi cara-cara untuk semakin menekan Angka kemiskinan ini. Sebagian besar, atau 70% konsumsi masyarakat adalah untuk makanan. Dari 70% tersebut, masyarakat miskin Indonesia menghabiskannya untuk rokok. Kalau rokok bisa ditekan, dan dialihkan untuk yang lain, Angka kemiskinan bisa semakin ditekan.

Yang harus diperhatikan juga, adalah lapangan kerja. 50% orang miskin berada di sektor pertanian. Mereka tidak punya keterampilan khusus. Artinya, pemerintah Harus meningkatkan keterampilan mereka.

Sumarju Saeni mengatakan masyarakat miskin yang ditangani Dinsos adalah lansia, eks napi, difabel.

Miskin dalam hal ini berarti mereka membutuhkan dalam hal sandang, papan, pangan. Dinsos mengatasi hal ini melalui beberapa program.

Diantaranya yaitu PKH (program Keluarga Harapan). Ada jg KPM (keluarga penerima manfaat) yaitu KIS, KIP, maupun beras Rasta.

Target Dinsos Lampung minimal seorang dari setiap kecamatan yang Ada KPM nya, bisa kuliah di negeri.

Habibul mengatakan NU adalah Ormas kemasyarakatan Sosial keagamaan. Oleh founding fathers NU, Ormas ini harus punya keagamaan dan pendidikan.

NU bertugas membantu, mendukung, dan mengkritik pemerintah, Tapi bukan merecoki pemerintah. Bicara mengenai kemiskinan, orang miskin itu memiliki penghasilan, tapi tidak menentu.

Solusinya yang paling utama dari NU adalah usaha dan doa. Usaha tanpa doa, namanya sombong. Doa tanpa usaha namanya naif. Mengenai usaha ini, anak-anak pesantren Mahmudah bisa ditanya dalam testimonial, walaupun Ada yg dari yatim piatu, mereka sudah ada peningkatan kesejahteraan.

Cirinya NU itu tidak berkoar-koar, tapi kita usaha dan doa. Seperti juga Kyai Maruf bilang, bahwa kita mengupayakan ekonomi dari bawah. Pesantren Mahmudah juga sedang membangun koperasi. Target Kita tahun ajaran baru sudah berdiri koperasi, untuk meningkatkan perekonomian santri.

About dwidjo

Check Also

Lestarikan Budaya Agung Mocopatan Kapanewon Ngaglik 

Ngaglik, Kabarno.com Ungkapan yang mempunyai harapan kedepan itu disampaikan oleh Ketua Paguyuban Seni Mocopatan ” …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *