Home / KANGBARNO / Bu Mujiyem Pamit Pensiun dari SDN 1 Janturan

Bu Mujiyem Pamit Pensiun dari SDN 1 Janturan

Kemarin, Senin,  23 Juli 2018, memberi haru yang dalam bagi keluarga besar SDN I Janturan atau yang dulu bernama SDN Janturan I. Sebab,  sekolah legendaris di Dusun Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo ini, harus ditinggalkan salah seorang guru seniornya.

Benar. Siang setelah selesai jam pelajaran sekitar pukul 13.00 Wib, digelar acara yang penuh keharuan: Bu Mujiyem pamit pensiun.

Ada acara yang digelar sederhana ini, dihadiri ibu kepala sekolah SDN 1 Janturan , bapak dan ibu guru serta perwakilan dari komite.  Hari itu bu Mujiyem salah guru yang ramah, melakukan pamitan, karena sejak  1 Juni 2018 sudah purna tugas.

Bu Mujiyem termasuk sosok yang populer. Ibu dan eyang putri kelahiran Kulon Progo,  5 Desember 1958 itu, berasal dari Dusun Soropadan, Tawangsari,  Pengasih,  Kulon Progo. Dan, meski sudah memasuki masa pensiun, Bu Mujiyem masih terlihat energik dan lebih muda dari umurnya.

40 tahun 3 bulan Bu Mujiyem mengabdikan waktu,  tenaga dan pikiran untuk murid dan kemajuan SDN 1 Janturan. Dari gaya mengajarnya, banyak melahirkan murid yang pandai dan sukses. “Dulu sekitar tahun 80 an saya masuk sekolah ini dan mengajar kelas 1 dan 2, muridnya banyak mas,  ratusan,” kenangnya.

Satu kelas, tambahnya, bisa 50 sampai 60 murid,  dibagi kelas A dan B. “Menyenangkan sekali,” tambah bu guru yang  ramah,  rajin, tegas , sabar dan telaten membimbing murid-muridnya itu.

Sementara Kepala Sekolah SDN I Janturan, mengucapkan selamat purna tugas kepada Bu Mujiyem. “Semoga apa yang telah diberikan kepada sekolah menjadi amal ibadah serta bisa jadi tauladan dan panutan bagi guru yang lain.” kata ibu Kepala Sekolah Kus Widarti,  Spd .

Ucapan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komite Sekolah, Martana SH. ” Terima kasih dan semoga  sehat selalu,  panjang umur dan menikmati masa purna tugas ini ” kata Pak Martana,  dalam sambutannya. (eMKa69)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *