Home / DWIDJO / Api Cinta (91): Jangan sampai Menyesal di Kemudian Hari

Api Cinta (91): Jangan sampai Menyesal di Kemudian Hari

Perjalanan panjang yang diangankan akan segera diwujudkan. Mereka sudah hampir sepakat untuk melakukan perjalanan mencari penghidupan yang lebih layak. Bagaimana mempersiapkan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak dan masa depan mereka.

Harapannya satu, agar tidak seperti para pendahulunya hidup dalam kesengsaraan panjang yang melelahkan. Madsani dan Madanom sudah memperbincangkan sejak lama. Baimana menjalani kehidupan yang lebih baik, memiliki tatanan budaya, unggah-ungguh dan tata krama seperti dicita-citakan banyak orang.

Bukan hanya kehidupan yang sekadarnya, menjalani kehidupan yang mengalir sebagaimana falsafah orang tua yang terkadang tidak sesuai lagi dengan tata kehidupan saat ini.  Banyak tatanan kehidupan yang dapat dilanjutkan, bahkan dilestarikan namun tidak sedikit di antaranya yang harus dilakukan perubahan ulang.

Harapan mereka hanya satu bagaimana menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. Baik untuk kehidupan saat ini, baik untuk anak-anak dan baik untuk kehidupan di perkampungan akhirat kelak kemudian hari.

Madanom termenung sejenak, dalam hati  ingin memperbaiki kehidupan yang lebih baik di masa depan. Memperjuangkan anak-anaknya agar memiliki kehidupan yang lebih layak. Menjalani kehidupan sebagaimana diidamkan banyak orang, hidup normal seperti orang lain dapat menjalaninya.

Di sisi lainnya keluarga besar dan tanah leluhurnya harus ditinggalkan. Tanah kelahiran dan leluhurnya harus ditinggalkan dengan harapan hidup layak sebagai imbalannya. Bagaimanapun semuanya menjadi bahan pertimbangan. Tidak dapat diabaikan begitu saja, apalagi orang-orang terdekatnya juga membutuhkan perhatian, bahkan perlindungan.

“Jangan sampai menyesal di kemudian hari,” kata Madanom kepada Madsani suaminya. Kehidupan yang lebih baik memang menjanjikan. Namun kehidupan bersama juga menjadi penting untuk dipertimbangkan. Apalagi orangtua sudah menjadi renta, membutuhkan perhatian bahkan pengawasan. Meski secara fisik masih baik dapat bekerja sebagaimana orang lain. Namun usianya sudah tidak muda lagi sehingga membutuhkan dukungan pemberdayaan dan pembinaan.

“Bapak biyung sudah tua, membutuhkan banyak bantuan. Apalagi kalau sudah tidak dapat bekerja, sangat membutuhkan pertolongan,” Madanom menyampaikan kepada Madsani yang menjadi bungkam. Bagaimanapun mereka perlu mempertimbangkan berbagai hal, terlebih mereka berdua anak-anak yang sangat diharapkan menjadi pewaris dari kedua keluarga.

Jangan terlalu jauh kalaupun harus meninggalkan rumah. Di rumah juga dapat mencari rizki kalau melakukannya dengan bersungguh-sungguh sehingga untuk dapat memenuhi kebutuhan kehidupan, tidak harus merantau jauh meninggalkan kampong halaman.

Menggapai harapan dapat dilakukan di desa, di kampong halaman. Memang harus bekerja keras untuk dapat memenuhi tuntutan kehidupan yang layak sebagaimana diharapkan. Bagaimanapun kehidupan membutuhkan perjuangan, bahkan perjuangan itu sering melelahkan, panjang berliku dan membutuhkan pengurbanan. (bersambung)

About redaksi

Check Also

Lestarikan Budaya Agung Mocopatan Kapanewon Ngaglik 

Ngaglik, Kabarno.com Ungkapan yang mempunyai harapan kedepan itu disampaikan oleh Ketua Paguyuban Seni Mocopatan ” …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *