Home / KANGBARNO / 38 Tahun Berpisah, Alumni SMP 1 Wates Terharu Bertemu Pak Guru

38 Tahun Berpisah, Alumni SMP 1 Wates Terharu Bertemu Pak Guru

Reuni besar alumni SMP 1, yang digelar sejak tadi pagi, terasa istimewa. Sebab, dalam momentum itu, bisa bertemu dengan Pak Ngagi, guru matematika yang tahun ini usianya genap 70 tahun enam bulan.

Selain bertemu pak guru, para alumni juga merasa sangat bahagia, karena bisa bersilaturahmi kembali setelah berpisah sepanjang 38 tahun. “Saya sangat mendukung kegiatan silaturahmi ini. Semoga dengan panjang usia kita, bisa memberikan berkah bagi keluarga kita semua,” kata Pak Ngagi.

Selain Pak Ngagi, reuni yang digelar dikediaman Kyai Sya’dun, pengasuh Pondok Pesantren Pesawat, Pepen, Giripeni, Wates itu juga dihadiri Pak k Jalal (guru olah raga), dan Bu Jamilah (guru agama). Sementara alumi ESSAWA (akronim dari SMP 1 Wates) yang datang dari berbagai daerah, berjumlah 40 orang.

Drs. H. Agus Riyanto,  alumni SMP 1 Wates 80 yang ikut hadir, tampil memperkenalkan diri kembali. Pak Agus yang berprofesi sebagai pendidik, menjelaskan perannya sebagai Ketua Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP).

Agus Riyanto juga menerangkan bahwa Bakor PKP saat ini telah didukung oleh 79 paguyuban desa dan alumni sekolah. Agus nengajak kepada kawan-kawan alumninya untuk mendukung Gerakan Sesaba Kulon Progo.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa bupati kita Bapak Hasto Wardoyo, memiliki pemikiran akseleratif. Atas prestasinya, belum lama ini, tepatnya pada tanggal 21/4 lalu,  menjadi duta Indonesia menjadi pembicara di PBB. Oleh karenanya, sebagai warga Kulon Peogo, kita harus mmpu mengimbangi kinerja bupati,” kata Ketua Umum Bakor PKP.

Bakor PKP, tambah Pak Agus, berfungsi mengkoordinasikan berbagai aspirasi dan potensi sehingga bisa memberikan manfaat bagi kemajuan Kulon Progo. “Gerakan SESABA Kulon Progo kita harapkan menjadi wadah kita seluruh masyarakat dan warga Kulon Progo di mana pun berada berkiprah,” jelas Agus Riyanto yang diakhiri dengan memberi salam Sesaba Kulon Progo.(mg)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

One comment

  1. Kereeen.
    Tapi sedih gak bisa ikut dateng reunian.
    Semoga tali persaudaraan senantiasa terjalin dg indah.
    Aamiin yra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *