Wamen Dikti Saintek, Perguruan Tinggi Harus Berikan Kontribusi Nyata Kepada Masyarakat

oleh -143 Dilihat

SEMARANG,KABARNO.COM-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Saintek), Fauzan, mengatakan, keberadaan perguruan tinggi sebagai tempat belajar, diharapkan memberikan kontribusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

”Saya kira ini satu pola kerja sama yang ideal. Kehadiran perguruan tinggi terutama vokasi diharapkan dapat menjawab tantangan yang ada di Jawa Tengah. Tentu bidang teknologi dan inovasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya dalam Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah Tahun 2025, di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, pada Kamis, 6 November 2025.

Dia mencontohkan, mesin pembuatan pakan ikan (pelet) lele yang dibuat dengan cara kerja sederhana. Akan tetapi, memiliki produktivitas, dan kualitas pelet yang bagus.

” Kementerian terus mendorong upaya-upaya inovasi yang dilakukan oleh dunia pendidikan vokasi. Khususnya yang berkonsentrasi pada inovasi teknologi terapan dan menyelesaikan problem-problem masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal melibatkan sektor pendidikan vokasi, guna mewujudkan provinsi penumpu pangan pangan dan industri nasional. Sebab, inovasi teknologi terapan hingga keterampilan tenaga kerja dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Jadikan Jateng Penumpu Pangan dan Industri 

” Hanya untuk menjadikan Jateng sebagai penumpu pangan dan industri memang menjadi tantangan tersendiri. Hal itu dikarenakan, dua tujuan tersebut tampak seperti bertolakbelakang. Akan tetapi, keduanya bisa berjalan beriringan bila terkelola dengan baik. ,” ungkap Sekda Jateng Sumarno dalam acara Pembukaan Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah Tahun 2025,

”Inilah tantangan kita untuk menjadikannya seimbang, supaya bisa menjadi potensi yang luar biasa di Jawa Tengah,”tambahnya.

Ia menyampaikan, rasa terimakasih sektor pendidikan vokasi di Jateng baik dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan perguruan tinggi vokasi yang mampu menampilkan karya-karya teknologi terapan.

Hasil karya tersebut diantaranya, alat pembuat pelet pakan ikan, mesin yang memantau pengembangan tanaman salak, mesin pengolahan ikan, hingga purwarupa alat-alat untuk kebutuhan industri.

”Kami juga minta bantuan dari dunia pendidikan vokasi untuk bisa menyiapkan tenaga kerja yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri di Jawa Tengah,” katanya.(sup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.